ANTM Cetak Laba Bersih Rp 6,91 Triliun pada Semester I-2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 02:01:01 WIB
PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk atau ANTM berhasil membukukan kinerja yang positif sepanjang semester pertama tahun 2026 dengan perolehan laba periode berjalan mencapai Rp 6,91 triliun. 

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 34% secara tahunan atau year on year apabila dibandingkan dengan perolehan pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 5,14 triliun.

Di tengah berbagai dinamika pasar serta industri, perusahaan terus memperkokoh fondasi fundamental melalui peningkatan pembuatan kas, pengelolaan modal kerja yang disiplin, serta menjaga posisi likuiditas agar tetap aman.

Seiring dengan kenaikan perolehan laba periode berjalan, ANTM turut mencatatkan pertumbuhan pada Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau EBITDA di semester pertama tahun 2026 menjadi sebesar Rp 9,62 triliun. 

Nilai tersebut mengalami peningkatan sebesar 35% secara tahunan jika dibandingkan dengan perolehan EBITDA pada semester pertama tahun 2025 yang bernilai Rp 7,11 triliun.

Direktur Utama Aneka Tambang, Untung Budiharto, menyatakan bahwa perseroan mampu mempertahankan pencapaian keuangan yang positif pada paruh pertama tahun 2026 berkat dukungan penguatan kegiatan operasional serta konsistensi dalam menerapkan tata kelola modal kerja, arus kas, dan likuiditas yang disiplin.

"Pencapaian tersebut menjadi landasan bagi ANTM untuk terus meningkatkan kinerja melalui penguatan beyond operational excellence, sehingga perusahaan dapat semakin unggul, adaptif, dan mampu menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," ungkap dia dalam keterbukaan informasi pada hari Jumat, 28 Agustus 2026.

Selain itu, ANTM mencatatkan laba kotor sebesar Rp 10,85 triliun atau meningkat 32% secara tahunan, serta laba usaha yang mencapai Rp 8,44 triliun atau tumbuh 38% secara tahunan pada semester pertama tahun 2026. Profitabilitas ini juga ditopang oleh kenaikan penghasilan lain-lain sebesar 41% menjadi Rp 559,37 miliar. 

Capaian tersebut turut mendongkrak nilai laba bersih per saham dasar menjadi Rp 265,85 per saham. Dari sisi neraca keuangan, total aset perusahaan naik 27% menjadi Rp 61,27 triliun dan ekuitas meningkat 14% menjadi Rp 38,53 triliun dengan posisi kas serta setara kas mencapai Rp 9,23 triliun.

Dalam kegiatan operasionalnya, penjualan bersih ANTM pada semester pertama tahun 2026 tercatat sebesar Rp 62,71 triliun atau tumbuh 6% secara tahunan. Pasar domestik mendominasi penjualan dengan kontribusi mencapai Rp 60,15 triliun atau setara dengan 96% dari total keseluruhan penjualan bersih perusahaan.

Produk emas menjadi kontributor utama penjualan dengan porsi mencapai 80% atau senilai Rp 50,39 triliun melalui volume penjualan sebesar 18.080 kilogram. 

Sementara itu, segmen nikel menyumbang kontribusi sebesar 17% dengan nilai Rp 10,41 triliun, dan segmen bauksit serta alumina menyumbang 3% dengan nilai Rp 1,88 triliun terhadap total penjualan bersih perusahaan pada paruh pertama tahun 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Aneka Tambang, Arini Kasmira, menambahkan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah memastikan profitabilitas yang solid tersebut dapat dikonversikan menjadi arus kas yang sehat.

"Didukung posisi likuiditas yang tetap terjaga dan portofolio komoditas yang terdiversifikasi, ANTM memasuki paruh kedua 2026 dengan fundamental yang kokoh serta fleksibilitas keuangan yang memadai untuk memenuhi kebutuhan operasional, mendukung agenda pertumbuhan, dan menciptakan nilai jangka panjang secara berkelanjutan," imbuh dia.

Terkini