WIKA Pangkas Utang Rp 2,15 Triliun hingga Kuartal II 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 01:55:02 WIB
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) konsisten melanjutkan transformasi penyehatan finansial yang telah dimulai sejak 2023. Capaian ini terlihat nyata dari merosotnya total kewajiban finansial perseroan senilai Rp 2,15 triliun terhitung mulai kuartal II 2025 sampai kuartal II 2026. 

Berkurangnya beban utang tersebut bersumber dari pelunasan tanggungan kepada pihak kreditur serta mitra kerja.

Berdasarkan laporan keuangan per tanggal 30 Juni 2026, WIKA sukses menuntaskan pembayaran tanggungan kepada kreditur perbankan serta instrumen surat utang mencapai Rp 4,17 triliun seusai restrukturisasi keuangan fase pertama pada 28 Februari 2024. 

Dari total tersebut, porsi pelunasan sebesar Rp 915,83 miliar dieksekusi pada rentang waktu kuartal II 2025 hingga kuartal II 2026.

Di samping itu, WIKA juga mencatatkan keberhasilan dalam memangkas nilai kewajiban kepada para mitra kerja sebesar Rp 5,02 triliun semenjak restrukturisasi tahap awal. 

Sepanjang kuartal II 2025 hingga kuartal II 2026, pengurangan tanggungan mitra kerja ini menyentuh angka Rp 1,23 triliun. Alhasil, sisa posisi kewajiban terhadap mitra kerja saat ini tinggal menyisakan Rp 4,32 triliun.

Sekretaris Perusahaan WIKA, Ngatemin, mengutarakan bahwa langkah strategis ini mencerminkan manajemen kas yang disiplin, mandiri, serta konsisten guna terus mereduksi pokok utang, di mana seluruh pelunasan liabilitas tersebut murni bersumber dari arus kas operasional perseroan.

"Perbaikan di sisi kas operasi juga diperkuat dengan pemilihan proyek secara selektif berbasis pembayaran bulanan (monthly progress) yang telah mencapai 96% dari total kontrak berjalan, serta upaya percepatan penagihan piutang," ungkap Ngatemin, dalam keterangannya, Sabtu (29/8).

Menilik kurun waktu kuartal II 2025 sampai kuartal II 2026, total piutang WIKA terkoreksi turun hingga Rp 2,07 triliun. Surplus penyusutan piutang tersebut secara paralel turut mendongkrak ketersediaan likuiditas internal perseroan.

Melalui aspek operasional, WIKA turut membukukan kenaikan margin keuntungan. Laju Gross Profit Margin (GPM) pada kuartal II 2026 terdongkrak naik ke level 14,1%, dari catatan periode serupa tahun sebelumnya yang hanya bertengger di angka 8,1%. 

Lonjakan margin positif ini bersumber langsung dari sektor lini bisnis utama perseroan, yakni bidang infrastruktur, bangunan gedung, serta sektor Engineering, Procurement, Construction and Commissioning (EPCC).

Kinerja operasional yang semakin membaik ini juga tercermin lewat perolehan EBITDA operasional yang membukukan angka positif senilai Rp 769,01 miliar pada kuartal II 2026.

“Penerapan langkah transformasi ini menjadi bagian penting dari penyehatan yang dilakukan WIKA. Penurunan utang mitra kerja dan kreditur, pengelolaan kas secara tepat, peningkatan tata kelola, penurunan opex dan penerapan lean construction menjadi prioritas utama Perseroan dalam memastikan keberlanjutan bisnis yang sehat dan kuat. Langkah ini sekaligus menjaga kualitas kinerja operasional semakin optimal di tengah tantangan sektor konstruksi,” ucapnya.

Lebih lanjut, transformasi penyehatan ini diproyeksikan bakal terus digulirkan secara berkesinambungan guna menopang eksistensi bisnis jangka panjang sekaligus menghadirkan nilai tambah optimal bagi segenap pemangku kepentingan.

Terkini