Purbaya: Efisiensi Anggaran BGN Bikin Dana MBG Lebih Optimal

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 21:17:32 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan catatan khusus terhadap berbagai langkah efisiensi anggaran yang digulirkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dalam rangka menyukseskan jalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah efisiensi anggaran tersebut menjadi sorotan utama bagi Purbaya usai dirinya melakukan pertemuan tatap muka bersama Kepala BGN Sudaryono bertempat di kantor kementerian pada hari Jumat (28/8/2026). Pertemuan bilateral itu secara spesifik membahas progres terkini pelaksanaan program MBG serta skema efisiensi internal di tubuh lembaga tersebut.

"Pada dasarnya akan ada efisiensi-efisiensi yang dilakukan yang membuat nanti anggarannya nggak sebesar yang dianggarkan, yang dipakai nanti," kata Purbaya dikutip Sabtu (29/8/2026).

Pemerintah sendiri telah menetapkan alokasi dana sekitar Rp240 triliun khusus untuk mendanai Program MBG sepanjang tahun 2027 mendatang. Anggaran tersebut tercatat mengalami kenaikan jika dikomparasikan dengan alokasi sementara MBG tahun 2026 yang berada pada kisaran angka Rp229 triliun.

Besaran alokasi anggaran MBG tahun 2027 tersebut diposisikan sebagai bagian integral dari total pemanfaatan anggaran sektor pendidikan nasional yang menyentuh angka Rp820,9 triliun. Di sisi lain, pihak BGN sebelumnya sempat memaparkan bahwa pagu anggaran awal MBG 2026 senilai Rp268 triliun berhasil diefisiensikan hingga menyusut ke kisaran Rp229 triliun.

Oleh sebab itu, bercermin dari pengalaman empiris tersebut, Purbaya menyatakan bahwa potensi nilai efisiensi yang sukses diterapkan pada program tahun 2026 berkemungkinan besar terbawa pula dalam eksekusi program MBG tahun 2027. Dengan begitu, proyeksi kebutuhan anggaran kegiatan dapat dikelola secara jauh lebih optimal.

Tidak hanya itu, ia turut mengulas perihal adanya rencana modifikasi skema penyaluran insentif yang ditujukan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pasalnya, sejauh ini BGN diketahui rutin mengucurkan dana insentif sebesar Rp6 juta setiap harinya kepada masing-masing unit SPPG.

"Dia bilang akan diubah, tapi saya nggak tahu, itu urusan dia, Anda tanya ke BGN deh. Tapi dia bilang akan diubah supaya lebih tepat sasaran," ujar Purbaya.

Sementara itu, Kepala BGN Sudaryono membeberkan secara terbuka pelbagai rencana strategis yang bakal ditempuhnya guna mengoptimalkan penyerapan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bersumber dari pagu RAPBN 2027 dengan nilai mencapai sekitar Rp240 triliun.

"Rp240 triliun [Anggaran BGN tahun 2027] itu sudah termasuk anggaran untuk operasional BGN-nya. Jadi kalau nggak salah yang jadi yang dialokasikan untuk operasional BGN itu sekitar 97%-nya adalah untuk makan, untuk program makannya." jelas Sudaryono.

Dengan komposisi tersebut, kurang lebih 3% dari keseluruhan total anggaran atau setara dengan kisaran lebih dari Rp7 triliun akan dialokasikan demi menunjang keperluan operasional BGN. Sedangkan sisa porsi sekitar 97% atau kurang lebih Rp232,8 triliun diarahkan langsung guna membiayai eksekusi program makan utama.

Lebih lanjut, Sudaryono merinci bahwa alokasi 3% dana operasional tersebut utamanya dimanfaatkan guna membiayai fungsi pengawasan serta monitoring jalannya program MBG di lapangan, yang sudah mencakup pula pos pembayaran gaji pegawai.

"Untuk fungsi pengawasan, untuk kemudian monitoring gaji-gaji termasuk gaji kepala SPPG," jelasnya.

Terkini