CNAF Siapkan Penerbitan Obligasi Baru Semester II-2026, Target Dana Rp 5 Triliun

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:01:00 WIB

DINAMIKAUANG.COM — Presiden Direktur CNAF Ristiawan Suherman mengatakan penerbitan surat utang merupakan bagian dari strategi diversifikasi sumber pendanaan. Langkah ini ditempuh untuk memastikan perusahaan memiliki struktur pendanaan yang sehat di tengah ekspansi bisnis pembiayaan.

"Pelaksanaannya akan disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas perusahaan serta kondisi pasar pada saat penerbitan," ujar Ristiawan.

Pertimbangan Sebelum Terbitkan Surat Utang

CNAF tidak serta-merta menerbitkan obligasi. Ada sejumlah indikator pasar yang dipantau secara ketat sebelum memutuskan waktu yang tepat.

Ristiawan menyebutkan perkembangan yield Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan pasar obligasi menjadi perhatian utama. Permintaan investor serta pricing yang bisa diperoleh juga ikut menentukan.

"Ditambah faktor kebutuhan pendanaan perusahaan serta optimalisasi struktur dan tenor pendanaan," katanya.

Sudah Terbitkan Dua Instrumen Sepanjang 2026

Hingga Juli 2026, CNAF tercatat telah menerbitkan dua instrumen pendanaan. Pertama, Obligasi Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap I Tahun 2026 senilai Rp 200 miliar.

Penerbitan obligasi tersebut merupakan bagian dari program Penawaran Umum Berkelanjutan dengan target penghimpunan dana hingga Rp 5 triliun.

Sebelumnya, pada Maret 2026, CNAF juga telah menerbitkan sukuk senilai Rp 900 miliar. Sukuk tersebut merupakan bagian dari Sukuk Wakalah Bi Al-Istitsmar Berkelanjutan I CIMB Niaga Auto Finance Tahap IV Tahun 2026.

Prospek Penerbitan di Semester II-2026

Keputusan CNAF untuk kembali menerbitkan surat utang pada paruh kedua tahun ini akan sangat bergantung pada dinamika pasar. Jika yield SRBI dan obligasi korporasi berada di level yang menarik, peluang penerbitan akan semakin terbuka.

Bagi investor ritel, rencana ini membuka peluang untuk ikut serta dalam pembiayaan sektor otomotif melalui instrumen pendapatan tetap. Namun, waktu pasti penerbitan masih menunggu sinyal dari kondisi likuiditas dan minat pasar.

Langkah CNAF ini sejalan dengan tren perusahaan pembiayaan yang semakin mengandalkan pasar modal sebagai alternatif pendanaan di tengah pertumbuhan bisnis yang membutuhkan modal kerja besar.

Terkini