PART Diversifikasi Mesin untuk Kejar Target Laba 2026

Jumat, 28 Agustus 2026 | 04:56:02 WIB
PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART), emiten yang bergerak di bidang otomotif, melakukan diversifikasi ke pabrikasi mesin untuk membuka sumber pendapatan baru dan topang laba tahunan. 

Direktur PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART), Tjoeng Rino Saputra mengatakan, perseroan melakukan diversifikasi usaha ke bidang usaha non komponen otomotif dan menjadi penopang laba. 

Dia menambahkan, PART selama ini dikenal sebagai produsen komponen otomotif, tetapi pada semester II/2026, mulai memperluas portofolio usahanya melalui pabrikasi berbagai jenis mesin.

Langkah diversifikasi ini tidak mengubah fokus PART pada bisnis otomotif Tjoeng menjelaskan bahwa bisnis otomotif tetap menunjukkan pertumbuhan positif di kisaran 5-15% per tahun. 

"Bisnis nonotomotif hadir sebagai strategi bisnis [complementary growth engine] dengan tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dan peluang pasar yang makin luas," kata Tjoeng dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Jumat (28/8/2026).

Dia berharap bahwa kombinasi antara bisnis otomotif dan ekspansi nonotomotif dapat memperkuat struktur bisnis, meningkatkan skala usaha, sekaligus membuka peluang pertumbuhan pendapatan dan laba yang lebih tinggi ke depan. 

Dengan strategi tersebut, lanjutnya, PART tidak hanya mempertahankan bisnis inti yang telah menjadi fondasi perseroan, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang berpotensi menjadi salah satu kontributor utama kinerja dan penciptaan nilai bagi pemegang saham dalam jangka panjang.

Tjoeng mengatakan bahwa PART saat ini di segmen bisnis nonotomotif memproduksi berbagai jenis mesin terkait kebutuhan pertanian dan peralatan rumah tangga. 

Hal ini berkaitan dengan program pemerintah dan nonpemerintah di bidang pertanian dan industri makanan dan minuman. Dia merujuk kepada pengalaman pada 2025, segmen bisnis ini diproyeksikan membukukan hasil mulai di kuartal III dan mencapai puncaknya di kuartal IV.

Pada 2026, PART memproyeksikan pertumbuhan pendapatan hanya sebesar 11,91% dibandingkan dengan 2025. Namun, berkat diversifikasi bisnis nonotomotif tersebut, PART optimistis meraih kenaikan Laba Bersih 2026 sebesar 46,18% dibandingkan 2025 atau meningkat 384,86% dibandingkan Juni 2026. 

Dia berharap laba bersih per lembar saham tahun per 31 Desember 2026 diproyeksikan menjadi Rp15,49 per lembar. 

"Merujuk kepada kinerja 2025, PART optimistis proyeksi 2026 tersebut dapat tercapai," ujarnya.

Terkini