Waspada Penipuan, BRI Ajak Masyarakat Cermat Berinvestasi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:51:31 WIB
Ilustrasi - Petugas BRI memberi pelayanan perbankan kepada nasabah [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengeluarkan imbauan kepada segenap lapisan masyarakat agar senantiasa meningkatkan kehati-hatian serta kecermatan dalam merespons berbagai penawaran instrumen investasi, khususnya yang menjanjikan tingkat perolehan imbal hasil dalam jumlah besar.

Di tengah semaraknya berbagai variasi alternatif opsi investasi yang tersedia saat ini, pihak korporasi menekankan bahwa pemahaman yang komprehensif mengenai profil karakteristik produk, potensi tingkat risiko yang melekat, serta kejelasan identitas pihak yang menawarkan menjadi fondasi krusial sebelum masyarakat memutuskan untuk menanamkan modalnya.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, dalam keterangan resminya yang diterbitkan di Jakarta pada hari Jumat, memaparkan bahwa tumbuh suburnya minat masyarakat untuk berinvestasi merupakan sebuah sinyal dinamika perkembangan ekonomi yang positif.

Kendati demikian, ketersediaan akses informasi yang utuh dan memadai tetap memegang peranan penting guna membantu masyarakat dalam menimbang dan menentukan pilihan produk investasi yang paling selaras dengan kebutuhan serta profil toleransi risiko masing-masing.

“Imbal hasil yang tinggi tentu menjadi salah satu pertimbangan dalam berinvestasi. Namun sebelum menempatkan dana, masyarakat perlu memahami bagaimana investasi tersebut bekerja, risiko yang menyertainya, serta siapa pihak yang menawarkan produk tersebut. Dengan informasi yang utuh, keputusan investasi dapat diambil dengan lebih bijak,” jelas Dhanny.

Lebih lanjut, pihak perseroan memberikan pengingat agar masyarakat senantiasa waspada dan teliti dalam menyikapi modus penawaran yang mengiming-imingi janji keuntungan instan dengan tingkat persentase imbal hasil yang tidak masuk akal, terkhusus jika transparansi informasi mengenai spesifikasi produk maupun entitas penyelenggaranya tidak dijabarkan secara transparan.

Aspek krusial lainnya yang wajib diperhatikan oleh publik sebelum menyetorkan dana adalah memastikan keabsahan status legalitas dari pihak yang memasarkan produk sekaligus mengenali lembaga otoritas pengawas resmi yang menaunginya.

Selain itu, keberadaan pencatutan penggunaan nama, atribut logo, maupun identitas korporasi dari suatu perusahaan atau institusi tertentu tidak boleh serta-merta diasumsikan sebagai indikasi adanya afiliasi atau kerja sama resmi dengan pihak yang tengah menawarkan program investasi tersebut.

“BRI mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menyikapi berbagai penawaran investasi, khususnya yang menawarkan imbal hasil tinggi. Dengan informasi yang memadai, masyarakat dapat mempertimbangkan pilihan investasi dengan lebih bijak,” kata Dhanny.

Apabila di kemudian hari masyarakat mendapati adanya penawaran investasi mencurigakan yang disampaikan oleh oknum-oknum tertentu dengan janji penawaran bunga atau keuntungan tinggi di luar batas kewajaran, maka masyarakat diimbau keras untuk tidak gegabah melakukan pengiriman dana via transfer ataupun menyerahkan data-data krusial yang bersifat pribadi serta rahasia perbankan.

Langkah preventif yang harus ditempuh meliputi upaya verifikasi awal guna memastikan aspek legalitas pihak penawar, melakukan croscek validitas informasi produk lewat sarana kanal resmi milik perusahaan atau instansi berwenang, serta meneliti lembaga pengatur yang memegang yurisdiksi pengawasan atas produk tersebut.

Bilamana didapati indikasi kuat adanya tindak kejahatan penipuan ataupun aksi penculikan dan penyalahgunaan nama serta identitas resmi BRI, masyarakat disarankan untuk mengamankan seluruh rekam jejak bukti komunikasi beserta transaksi, untuk kemudian segera melaporkannya secara langsung melalui layanan kanal resmi BRI maupun kepada pihak penegak hukum yang berwenang.

Terkini