Presiden Prabowo Sebut Temuan Cadangan Gas dan Emas Baru di Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:16:01 WIB
Presiden Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pihak pemerintah saat ini telah berhasil mendeteksi adanya potensi temuan ladang cadangan gas serta kandungan emas dalam skala jumlah yang sangat besar, yang diyakini mampu menjadi penopang utama bagi kebangkitan perekonomian nasional Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan. 

Prabowo membeberkan informasi penting tersebut ketika menghadiri acara perhelatan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang bertempat di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Kamis (27/8/2026).

Menurut pandangannya, penemuan aneka sumber daya alam yang melimpah ini menjadi salah satu instrumen modal penting bagi Indonesia untuk mengokohkan fondasi perekonomian di tengah dinamika berbagai tantangan global.

"Saya telah melihat hasil-hasil kami sekarang. Kami temukan ladang-ladang gas, ladang-ladang emas yang luar biasa kekayaan kami. Saudara-saudara percaya sama saya, beberapa tahun lagi Indonesia akan bangkit dengan luar biasa dan tidak akan ada yang bisa membendung kami," kata Prabowo.

Ia menuturkan bahwa potensi kekayaan alam tersebut mutlak untuk dikelola secara bijaksana dan penuh kehati-hatian agar manfaat yang dihasilkan dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh lapisan masyarakat luas. Salah satu problem krusial yang tengah menjadi sorotan tajam pemerintah adalah tindak pidana korupsi yang dinilai menjadi akar penyebab bocornya sebagian besar kekayaan nasional hingga mengalir keluar negeri.

"Yang penting kami harus berani memberantas korupsi. Kami harus berani memberantas korupsi karena korupsi ini yang mengakibatkan banyak kekayaan kami hilang dibawa lari ke luar negeri," ujar Prabowo.

Prabowo lebih lanjut menjelaskan bahwa jajaran pemerintah kini mulai menutup rapat berbagai celah yang berpotensi memicu terjadinya kebocoran aset kekayaan negara. Kebijakan proteksi tersebut, sambungnya, dieksekusi secara beriringan dengan implementasi langkah-langkah strategis efisiensi pengeluaran anggaran keuangan pemerintah.

"Dari penghematan-penghematan kami sudah ratusan triliun yang bisa kami hemat. Uang itulah yang kami gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya," tuturnya.

Terkini