Minta Maaf, Prabowo Pastikan Sekolah NU Dapat Empat Layar Interaktif

Jumat, 28 Agustus 2026 | 18:17:01 WIB
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto [FOTO: NET].

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dikarenakan masih banyak lembaga sekolah serta pesantren di bawah naungan NU yang belum kunjung menerima fasilitas perangkat layar interaktif panel sebagai bagian dari realisasi program digitalisasi sektor pendidikan nasional yang digagas pemerintah.

Pernyataan permohonan maaf tersebut dilontarkan oleh Prabowo tatkala memberikan taklimat resmi dalam acara pembukaan perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Jombang, Provinsi Jawa Timur, pada hari Rabu.

“Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama, minta maaf, karena saya baru tahu bahwa layar interaktif panel banyak sekolah-sekolah pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima,” kata Prabowo.

Prabowo menuturkan bahwa keterlambatan distribusi perangkat teknologi ini murni disebabkan oleh kendala teknis penataan ruang lingkup administrasi. Ia lantas menegaskan bahwa kondisi kendala tersebut sama sekali bukan merupakan kesalahan dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).

“Ini adalah ruang lingkup administrasi. Menteri Pendidikan, Mendikdasmen, tidak salah karena Dikdasmen mengurus sekolah-sekolah negeri,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasan Prabowo, institusi sekolah-sekolah yang berada di bawah naungan payung NU berada di dalam koridor pengelolaan Kementerian Agama. Oleh sebab itu, mekanisme penyaluran dan distribusi perangkat bantuan tersebut menuntut keterlibatan lintas kementerian yang secara khusus menangani bidang pendidikan keagamaan.

“Sekolah-sekolah di bawah NU diurus oleh Menteri Agama, benar,” kata Prabowo.

Meskipun demikian, Prabowo memberikan kepastian bahwa keterlambatan proses distribusi tersebut tidak lantas membuat lembaga sekolah maupun pesantren NU bakal luput dari jatah fasilitas bantuan tersebut. Ia menegaskan secara tegas bahwa seluruh ruang kelas yang ada di sekolah-sekolah NU nantinya bakal menerima jatah fasilitas layar interaktif dengan porsi yang setara dengan fasilitas di sekolah-sekolah negeri.

“Tidak ada masalah walaupun terlambat, semua ruang kelas sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama dengan semua sekolah negeri,” ujar Prabowo.

Prabowo lantas memaparkan perbandingan skema pola distribusi layar interaktif yang diterapkan bagi sekolah negeri dengan yang dipersiapkan bagi sekolah-sekolah di lingkungan NU.

Menurut keterangannya, pada kurun tahun anggaran sebelumnya, seluruh sekolah negeri telah memperoleh jatah sebanyak satu unit layar interaktif untuk masing-masing ruang kelas. Memasuki tahun berjalan ini, sekolah-sekolah negeri dijadwalkan kembali menerima tambahan alokasi tiga unit layar.

Sementara itu, di sisi lain, Prabowo menjanjikan bahwa sekolah-sekolah NU bakal langsung diguyur jatah penerimaan sebanyak empat unit layar sekaligus sekaligus dalam satu waktu.

“Tahun yang lalu semua sekolah negeri terima satu layar satu ruang kelas. Tahun ini sekolah-sekolah negeri semuanya akan menerima tambahan tiga, tapi NU segera akan terima langsung empat,” katanya.

Prabowo menyebut realisasi kebijakan langkah taktis tersebut sebagai bentuk wujud nyata pelunasan komitmen penuh pemerintah terhadap eksistensi perkumpulan Nahdlatul Ulama.

“Jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi,” ujar Prabowo.

Menutup rangkaian taklimat penyampaian pidatonya, Prabowo kembali menyematkan bentuk apresiasi serta penghormatan yang tinggi kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama.

“Dirgahayu Nahdlatul Ulama,” kata Prabowo.

Terkini