Mitigasi El Nino dan Karhutla, BWPT Andalkan Teknologi Satelit

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31:31 WIB
Pekerja memindahkan buah kelapa sawit dari perkebunan ke truk [FOTO: NET].

JAKARTA — PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) menyiagakan sejumlah langkah mitigasi guna mengantisipasi risiko perubahan iklim, termasuk ancaman fenomena El Nino serta potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), demi menjaga ritme operasional perusahaan.

Direktur dan COO BWPT Andrew Haryono menyampaikan bahwa perseroan telah mengantisipasi risiko iklim melalui penerapan sistem pemantauan dini serta langkah-langkah pencegahan. Indikasi El Nino mulai terdeteksi sejak Mei 2026 dan berpotensi meningkat pada Juli, yang kemudian disusul ancaman karhutla pada Agustus.

Menurutnya, BWPT mengedepankan prinsip pemetaan risiko sedini mungkin serta kecepatan respons demi mengamankan operasional perkebunan. Perseroan antara lain memanfaatkan teknologi berbasis satelit, drone, menara pemantau api, hingga kegiatan patroli di kawasan sekitar perkebunan.

“Kami deteksi dini melalui menara pemantau api. Kami proaktif untuk menopang operasional ke depan. Prinsip kami adalah mengidentifikasi risiko lebih cepat dan memberikan respons yang lebih tanggap,” ujarnya dalam Paparan Publik, Kamis (27/8/2026).

Selain mengandalkan sistem pengawasan, BWPT juga memperkuat tingkat kesiapsiagaan dengan melengkapi sarana pemadam kebakaran serta menempatkan sumber daya manusia yang memadai. Langkah preventif ini ditempuh sebagai bagian dari upaya meminimalisasi risiko bencana di lingkungan perkebunan.

Andrew menerangkan bahwa imbas fenomena El Nino terhadap kegiatan operasional BWPT hingga saat ini belum menunjukkan dampak signifikan. Perseroan masih terus mengamati dinamika cuaca serta pengaruhnya pada pertumbuhan tanaman kelapa sawit.

“Dampak El Nino secara riil belum terlihat. Kami menggunakan teknologi satelit, drone, menara api, dan patroli. Kami juga melengkapi peralatan damkar dan SDM yang cukup. Mungkin dampaknya akan kami monitor hingga tahun depan,” katanya.

Di sisi lain, BWPT menilai prospek harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) masih cukup positif hingga penghujung tahun dan diproyeksikan berlanjut ke tahun depan. Andrew memperkirakan harga CPO tetap bertahan di level tinggi seiring potensi tertekannya pasokan di tengah lonjakan permintaan.

“Harga CPO akhir tahun hingga tahun depan masih tinggi karena suplai tertekan sementara demand meningkat,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT Eagle High Plantations Tbk. merupakan entitas bisnis yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dengan fokus produksi tandan buah segar (TBS), serta mengoperasikan pabrik kelapa sawit guna menghasilkan CPO dan inti sawit (PK).

Wilayah operasional BWPT tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Papua dengan total area perkebunan mencapai kisaran 84.000 hektare. Perseroan turut mencatatkan total kapasitas pengolahan pabrik kelapa sawit hingga 2,4 juta ton TBS per tahun.

Dalam aspek keberlanjutan, BWPT menegaskan komitmennya melalui kepemilikan sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk seluruh cakupan produksi CPO perseroan.

Terkini