Kadin Dorong Aliansi Produsen Sawit Perkuat Posisi Global

Rabu, 26 Agustus 2026 | 01:47:02 WIB
Saleh Husin selaku Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian. (Foto: NET)

JAKARTA - Memperkuat aliansi dengan berbagai negara produsen kelapa sawit dianggap sebagai langkah penting bagi Indonesia, sebab komoditas ini memegang peranan krusial sebagai penyumbang devisa terbesar bagi negara.

Saleh Husin selaku Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perindustrian menyampaikan bahwa Indonesia mempunyai kepentingan yang sangat mendesak untuk mempererat kemitraan bersama negara-negara penghasil minyak sawit demi mendongkrak posisi tawar, mengamankan jalur pasokan pasar, serta mengatasi berbagai tantangan hambatan perdagangan internasional.

"Indonesia perlu membangun aliansi dengan negara produsen lain guna memperkuat posisi tawar, menjaga akses pasar, menghadapi hambatan perdagangan, dan menjaga stabilitas pasar sawit global," katanya di Jakarta, Rabu.

Berdasarkan hal tersebut, Kadin menyarankan agar Indonesia bisa memaksimalkan fungsi Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) atau Dewan Negara-Negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit sebagai wadah bersama dalam menyuarakan aspirasi serta memperkokoh posisi komoditas sawit di kancah perdagangan dunia.

Lebih lanjut, Saleh menaruh harapan besar agar optimalisasi peran CPOPC mampu memunculkan aksi kolektif yang mencakup ranah diplomasi dagang, penerapan prinsip keberlanjutan, kampanye promosi sawit, ekspansi pasar, hingga riset serta inovasi teknologi.

“Ini penting karena ekspor sawit Indonesia bernilai lebih dari 20 miliar dolar AS per tahun dan memiliki kontribusi signifikan terhadap devisa nasional,” ujar dia dalam keterangannya.

Ia menilai bahwa pihak pemerintah lewat Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) sebenarnya telah bekerja secara maksimal dalam menjalin kolaborasi global bersama negara-negara produsen sawit lainnya.

Kendati demikian, ia menambahkan bahwa BPDP tetap perlu mengoptimalkan fungsinya sebagai penggerak utama kerja sama lintas negara dengan memanfaatkan sumber daya sektor sawit guna menyukseskan berbagai program strategis.

"Dengan demikian, Indonesia bisa memperkuat posisi tawar dalam tata kelola sawit global dan mengamankan sumber devisa nasional dalam jangka panjang," katanya.

Di sisi lain, Musdhalifah Machmud selaku Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) CPOPC menegaskan bahwa lembaganya konsisten mengawal advokasi sektor kelapa sawit di kancah internasional serta mengangkat beragam isu krusial yang menyangkut hajat hidup petani dan para pelaku industri terkait.

CPOPC turut mematok target untuk menciptakan kepastian pasar yang aman bagi negara anggota serta memperbaiki citra positif masyarakat dunia terhadap komoditas minyak kelapa sawit.

Berbagai langkah nyata tersebut dijalankan melalui beragam pola kerja sama serta forum dialog tingkat tinggi yang menggandeng unsur pemerintah, lembaga terkait, maupun organisasi dari berbagai bidang.

Tidak hanya itu, CPOPC juga terus menggalakkan penerapan standar keberlanjutan di tingkat global guna mendorong negara-negara penghasil sawit sekaligus menaikkan tingkat penerimaan konsumen internasional terhadap standar yang sudah diterapkan di negara produsen.

Musdhalifah Machmud menambahkan, pihaknya terus melakukan edukasi dan memperluas penyebaran informasi mengenai manfaat kelapa sawit yang berbasis pada sains, fakta dan data.

Di samping itu, institusi tersebut aktif memotivasi keterlibatan generasi muda, terutama mereka yang berkecimpung di bidang sawit, agar ikut serta mengampanyekan narasi positif seputar kelapa sawit lewat program bertajuk Young Elaeis Ambassadors.

Terkini