Kuota KUR Bank Sumut Ditambah Jadi Rp2 Triliun oleh Menteri UMKM

Senin, 24 Agustus 2026 | 22:31:32 WIB
Ilustrasi kredit usaha rakyat (KUR) [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalokasikan tambahan kuota Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan via Bank Sumut hingga menyentuh Rp2 triliun demi memperluas jangkauan pembiayaan bagi para pelaku UMKM di wilayah Sumatera Utara.

Keputusan penambahan kuota tersebut diumumkan Menteri UMKM Maman Abdurrahman sewaktu menghadiri pergelaran Bursa Wirausaha Unggulan Sumatera Utara di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Medan.

Maman memaparkan bahwa pemberian ekstra kuota ini berlandaskan rekam jejak kinerja positif Bank Sumut dalam penyaluran KUR, khususnya dinilai dari ketepatan sasaran serta akuntabilitasnya.

“Bank Sumut, berdasarkan penilaian kami selama beberapa tahun ini mendapatkan penilaian positif dari kami, baik dari segi ketepatan, dari segi akuntabilitas, dan beberapa hal lainnya. Untuk itu, kami tambahkan kuota alokasi KUR menjadi Rp2 triliun,” ujar Maman dalam keterangan resmi.

Menurut penjelasannya, suntikan kuota tersebut diharapkan sanggup memperlebar akses permodalan bagi para pelaku UMKM sekaligus menyuplai stimulus bagi pertumbuhan ekonomi di Sumatera Utara.

Mengutip data Kementerian UMKM, akumulasi penyaluran KUR di area Sumatera Utara saat ini telah menyentuh kisaran Rp11 triliun yang dikucurkan kepada 168.000 debitur. Dari angka tersebut, alokasi sekitar Rp1 triliun telah dipasok melalui Bank Sumut.

Penyesuaian kuota KUR Bank Sumut hingga menjadi Rp2 triliun bakal dibahas secara teknis lebih komprehensif bersama pihak pemerintah. Langkah kebijakan ini merupakan bagian dari strategi memperbesar keterjangkauan pembiayaan bagi para pelaku usaha yang memerlukan modal guna mengepakkan sayap bisnisnya.

Bank Sumut Perkuat Pembiayaan UMKM

Direktur Utama Bank Sumut Heru Mardiansyah menyambut baik keputusan tambahan kuota tersebut sebagai wujud kepercayaan pemerintah terhadap perseroan dalam mengakselerasi pembiayaan UMKM di Sumatera Utara.

“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas penyaluran KUR. Bagi Bank Sumut, pembiayaan UMKM bukan hanya tentang menyalurkan kredit, tetapi bagaimana memastikan pembiayaan tersebut benar-benar mampu mendorong usaha tumbuh, naik kelas, dan memberikan dampak bagi perekonomian daerah,” kata Heru.

Ia mengutarakan bahwa Bank Sumut bakal konsisten menggarap skema pembiayaan yang mudah serta terjangkau bagi para pelaku UMKM. Perseroan juga berupaya memberikan nilai tambah supaya alokasi pembiayaan yang diterima para pelaku usaha sanggup difungsikan demi menopang ekspansi bisnis.

Di luar penambahan kuota KUR, Bank Sumut mengutarakan telah merancang program KUR Mikro dengan penetapan suku bunga 0% pada 2026 dan 3% pada 2027. Skema program tersebut juga dinyatakan bebas biaya administrasi maupun provisi serta disalurkan tanpa agunan.

Heru berpandangan bahwa skema penawaran tersebut bertindak sebagai bagian dari komitmen Bank Sumut untuk memperluas keterjangkauan pembiayaan bagi para pelaku usaha mikro.

“Ini merupakan bagian dari komitmen Bank Sumut untuk hadir lebih dekat dengan pelaku UMKM. Kami ingin memastikan akses pembiayaan tidak menjadi hambatan bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Melalui sokongan tambahan kuota KUR tersebut, Bank Sumut mematok target agar pembiayaan UMKM tak sekadar berperan sebagai pasokan modal, melainkan sanggup memacu pelaku usaha untuk berkembang dan naik kelas. Pihak pemerintah bersama jajaran perbankan pun terus memperkuat jalur akses pembiayaan sebagai salah satu instrumen pendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

Terkini