Tekan Karhutla, BPBD Riau Siapkan OMC Manfaatkan Potensi Awan Hujan

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:44:31 WIB
Petugas sedang mempersiapkan bahan semai yang akan digunakan pada Operasi Modifikasi Cuaca di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta [FOTO: NET].

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Riau merancang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memaksimalkan peluang munculnya potensi awan hujan dalam rangkaian penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pelaksanaan skema tersebut sangat mengandalkan kondisi awan yang layak disemai demi memicu curahan hujan pada wilayah target penanganan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau M Edy Afrizal mengutarakan bahwa pelaksanaan OMC tidak dapat digulirkan sewaktu-waktu lantaran memprasyaratkan keberadaan awan yang memenuhi kriteria spesifik.

"OMC dilakukan berdasarkan kondisi awan. Kalau ada awannya, baru bisa kami lakukan," kata Edy, Minggu (23/8/2026).

Ia memaparkan mengacu pada analisis perkiraan cuaca, momen pertumbuhan awan diproyeksikan hadir pada kurun 23–24 Agustus 2026. Peluang tersebut diperkirakan bakal kembali terbuka hingga sekitar 29 Agustus 2026. Pemerintah daerah bertekad mengoptimalkan momentum ini guna secepatnya menggelar proses penyemaian awan demi mendukung mitigasi karhutla yang tengah berlangsung.

"Tanggal 23–24 Agustus ada pertumbuhan awan, kemudian kosong, lalu sekitar tanggal 29 Agustus ada potensi pertumbuhan awan lagi. Kami manfaatkan itu untuk segera melakukan OMC," ujarnya.

Edy menyampaikan area sasaran penyemaian OMC masih terus dipantau, di mana kewaspadaan utama diarahkan ke kawasan Riau bagian utara. Penetapan zona intervensi bakal menyesuaikan pergerakan awan yang dinilai berpotensi disemai.

"Wilayahnya masih kami pantau, terutama di wilayah utara Riau. Kalau ada awan yang memungkinkan, kami lakukan OMC," jelasnya.

Guna mengawal kelancaran agendanya, BPBD Riau telah menyiagakan satu armada pesawat Cessna Caravan untuk mendukung penebaran serbuk garam pada awan cumulonimbus.

Di lain sisi, pergerakan armada udara via skema pengeboman air (water bombing) tetap bergulir sebagai bagian dari strategi penanganan karhutla. Dari total enam unit armada water bombing yang sebelumnya disiagakan di Riau, dua unit di antaranya telah direlokasi ke Kalimantan untuk menguatkan penanganan karhutla di kawasan tersebut.

"Sekarang tersisa empat unit, tiga beroperasi dan satu maintenance," kata Edy.

Dengan begitu, saat ini hanya terdapat tiga unit armada water bombing yang aktif mengudara di Riau, sementara satu unit lainnya tengah menjalani pemeliharaan berkala.

Selain armada pengebom air, BPBD Riau mengoperasikan dua unit helikopter untuk menjalankan fungsi patroli udara. Seluruh unsur penanganan udara diselaraskan bareng tim pemadaman darat demi mempercepat penuntasan titik-titik kebakaran.

Edy menegaskan pihak pemerintah bakal mengejar tiap celah pertumbuhan awan yang ada demi pelaksanaan OMC. Pasalnya, usai periode kemunculan awan tersebut, situasi atmosfer diprediksi bakal kembali menyulitkan pembentukan awan hujan.

Pemprov Riau menaruh harapan besar pelaksanaan OMC sanggup mendongkrak probabilitas presipitasi hujan di wilayah sasaran sekaligus memperkuat upaya pemadaman yang dijalankan para petugas di lapangan.

Terkini