Karhutla Arjuno-Welirang: Water Bombing dan Jalur Darat Dikerahkan

Senin, 24 Agustus 2026 | 20:36:32 WIB
Satu unit helikopter tetap disiagakan di lapangan Kaliandra, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur guna membantu pembasahan Karhutla di kawasan Tahura Raden Soerjo, Jumat (21/8/2026) [FOTO: NET].

JAKARTA - Langkah penanggulangan terhadap bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan Tahura Raden Soerjo pada area lereng puncak Gunung Arjuno lewat operasi pengeboman air (water bombing) menggunakan helikopter terus digencarkan, Senin (24/8/2026). Di samping itu, penanganan melokalisasi titik api yang sudah padam juga konsisten dikerjakan jajaran tim gabungan melalui rute darat.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengutarakan bahwa jajaran tim gabungan bergegas melangsungkan pemadaman secara intensif lewat jalur darat maupun udara. Operasi pemadaman via pengeboman air (water bombing) mengandalkan helikopter sejak Senin pagi sampai siang hari. 

Titik pengambilan pasokan air bertempat pada area kolam dan lapangan di Kaliandra, Desa Dayurejo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

"Posisi terakhir hingga siang ini, pemadaman hanya mengandalkan water bombing menuju lokasi titik api yang tidak memungkinkan melalui jalur darat, curam," kata Sugeng, Senin (24/8/2026).

Lebih jauh lagi, Sugeng memaparkan, eksekusi pemadaman lewat rute darat juga ditempuh demi mengisolasi sisa area kebakaran yang padam, guna mencegah rembetan apabila muncul kembali titik api baru.

Sebelumnya, Kepala UPT Tahura R. Soerjo, Agustiningtyas Marini, menerangkan bahwa mayoritas area yang hangus terbakar berada dalam cakupan administratif Kabupaten Pasuruan. Dari total 146,85 hektar yang telah terverifikasi, seluas 144,05 hektar terletak di RKW 03 Pasuruan, Kelurahan Pecalukan, Kecamatan Prigen. Adapun sisanya seluas 2,80 hektar berada di RKW 04 Batu, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji.

"Luasan tersebut belum terhitung, luasan lahan yang terbakar pada Sabtu hingga Minggu (22-23 Agustus 2026). Sedangkan Vegetasi yang hangus terbakar dalam insiden ini didominasi oleh alang-alang, semak belukar, serta tanaman cemara gunung," ujar Agustiningtyas pada Kompas.com, Senin.

Penyusunan data luasan terdampak tersebut diolah berdasarkan perpaduan tangkapan citra satelit Sentinel-2 L2A serta pemantauan jalur udara memanfaatkan pesawat nirawak (drone) oleh armada pemadam di lapangan.

Agustiningtyas mengimbuhkan, korps api utama sejatinya telah berhasil dipadamkan pada Jumat, 21 Agustus 2026 petang. Kendati demikian, pada Sabtu, 22 Agustus 2026, kobaran api kembali terdeteksi di Gunung Kembar Dua kawasan Kota Batu dan Blok Watu Gede pada lereng Gunung Arjuno, Kabupaten Pasuruan, yang dibarengi kepulan asap pekat membumbung tinggi dari kedua lokasi hingga Minggu, 23 Agustus 2026 petang.

Terkini