Kekeringan Picu Karhutla, Kementerian PU Tangani Ratusan Lokasi Di RI

Senin, 24 Agustus 2026 | 19:38:32 WIB
Menteri PU, Dody Hanggodo. (Foto: NET)

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mencatat 141 lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mendapat penanganan di tengah dampak kekeringan akibat El Nino kuat di sejumlah wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 137 lokasi disebut telah selesai ditangani melalui upaya pemadaman titik api. 

Sementara 4 lokasi lainnya masih dalam proses. Data tersebut merupakan rekapitulasi penanganan dampak kekeringan yang dilakukan Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air hingga Jumat (21/08/2026).

Kementerian PU juga mencatat sebanyak 1.072 dari total 1.229 lokasi penanganan kekeringan telah selesai, sedangkan 157 lokasi masih dalam proses.

Penanganan Kekeringan di Sawah dan Permukiman Selain karhutla, penanganan dilakukan di 157 lokasi sawah dan 931 lokasi permukiman. 

Menteri PU, Dody Hanggodo mengatakan ketersediaan air menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan, terutama di sektor pertanian yang sangat bergantung pada kepastian pasokan air.

"Layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim," kata Dody, dikutip dari keterangan resmi, Senin (24/08/2026).

Di sektor pertanian, penanganan dilakukan untuk menjaga lahan sawah tetap produktif di tengah ancaman kekeringan. Sejumlah langkah yang dilakukan antara lain pemompaan air dari sungai ke areal persawahan, normalisasi saluran irigasi, pembuatan saluran darurat, serta optimalisasi jaringan air.

Dari 157 lokasi sawah yang mendapat penanganan, sebanyak 124 lokasi telah selesai. Pemompaan air dari sungai ke sawah diterapkan di 69 lokasi atau sekitar 43,9 persen dari total penanganan sektor pertanian. 

Sementara di wilayah permukiman, penanganan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat. Dari 931 lokasi permukiman yang ditangani, sebanyak 811 lokasi telah selesai. Distribusi air menjadi metode penanganan terbesar, yakni dilakukan di 902 lokasi atau sekitar 96,9 persen.

Secara keseluruhan, penanganan kekeringan tersebut disebut membantu sekitar 41.252 hektar sawah dan melayani kebutuhan air bersih bagi 616.033 jiwa. 

Wilayah Jawa menjadi kawasan dengan cakupan penanganan terbesar, yakni 728 lokasi. Penanganan di Pulau Jawa mencakup 26.346 hektar sawah dan pelayanan air bersih bagi 533.604 jiwa.

Terkini