Penyebab Penuaan Kulit dan Rekomendasi Cara Memperlambatnya

Jumat, 21 Agustus 2026 | 02:23:01 WIB
Ilustrasi orangtua dan anak [FOTO: NET].

JAKARTA - Penuaan merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam perjalanan hidup manusia. Meski demikian, saat dua individu di usia yang sama memiliki kondisi kulit berbeda, dokter kulit menilai hal itu terjadi karena penuaan kulit tidak semata-mata dipicu oleh faktor usia. Berikut penjelasan lengkapnya.

Faktor Penuaan pada Kulit

Dokter spesialis kulit dan kelamin dari Evitderma Clinic, dr. Reeza Edward Y, Sp.D.V.E, menerangkan bahwa terdapat penuaan biologis serta penuaan yang berlangsung terlalu cepat atau premature aging. Jika perawatan kulit dilakukan, tujuannya adalah memperlambat proses penuaan demi menjaga fungsi kulit, bukan menghentikan prosesnya secara utuh.

“Usaha-usaha sebetulnya yang kita bilang sebagai anti-aging itu bagaimana kita memperlambat. Jadi proses penuaan yang tadinya itu berjalan terlalu cepat, kita normalkan kembali. Jadi seperti meremajakan kulit kembali,” ungkap dr. Reeza dalam acara ulang tahun ke-19 Evitderma Clinic pada Rabu (19/08).

Faktor Biologis

Secara alami, kondisi kulit akan mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Proses ini tak bisa dihentikan sebab merupakan bagian dari perubahan biologis alami manusia. Tujuan utama perawatan anti-aging adalah mempertahankan fungsi kulit agar tidak merosot terlalu cepat. Keragaman proses ini juga membuat tampilan kulit seseorang di usia sama bisa sangat bervariasi.

“Ada yang dia enggak kerut tapi kendur. Ada yang dia enggak terlalu kendur tapi letak-letak garis-garis keriput segala macam,” tutur dr. Reeza.

Faktor Lingkungan dan Kebiasaan Sehari-hari

Di samping faktor biologis, dr. Reeza menyampaikan bahwa faktor yang memengaruhi proses penuaan seseorang juga perlu diperhatikan, termasuk paparan lingkungan dan gaya hidup sehari-hari. Dari berbagai faktor tersebut, paparan sinar ultraviolet (UV) menjadi penyebab paling dominan dalam mempercepat penuaan kulit. Hal ini sangat relevan bagi masyarakat Indonesia yang bermukim di daerah tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun.

“Nomor satu memang paparan UV, apalagi kami Indonesia negara tropis,” sebut dr. Reeza.

Dr. Reeza menyebutkan sekitar 70–80% faktor percepatan penuaan kulit berkaitan dengan paparan UV. Oleh sebab itu, penggunaan sunscreen sangat krusial guna melindungi kulit dari penuaan dini.

Selain UV, paparan polusi juga menjadi faktor lingkungan lainnya.

“Kami di Jakarta paparan polusi, sudah pakai sunscreen, tapi mungkin kurang antioksidan, kurang antipollution, dan lain-lain itu juga mempercepat pembentukan kerut,” katanya.

Faktor selanjutnya berasal dari kebiasaan sehari-hari. Pola makan, kualitas nutrisi, durasi tidur, hingga kondisi sistem kekebalan tubuh dapat memengaruhi daya tahan dan kemampuan pemulihan diri pada kulit.

“Semua yang dilakukan, semua yang terjadi dari bangun sampai tidur. Itu semua akan memengaruhi bagaimana dia aging, makannya seperti apa, apakah berkualitas atau enggak,” tambah dr. Reeza.

Kualitas tidur serta nutrisi juga berhubungan erat dengan hormon dan sel imun. Apabila proses pemulihan kulit terganggu, kemampuan kulit dalam mempertahankan kondisinya pun ikut menurun.

Perawatan dari Luar untuk Memperlambat Penuaan

Saat faktor internal maupun lingkungan sulit dihindari secara total, beragam teknologi estetika dapat dimanfaatkan sebagai opsi perawatan kulit. Dr. Reeza menyebutkan laser, krim, skin booster, hingga teknologi monopolar radio frequency sebagai bentuk intervensi medis yang dikembangkan guna membantu memperbaiki kondisi kulit dari dalam.

“Semua teknologi-teknologi itu diciptakan dan diteliti, dikembangkan, memang konsepnya sama. Berusaha untuk memperbaiki dari dalam,” jelasnya.

Dalam momen ulang tahun ke-19 pada Rabu (19/08), Evitderma Clinic turut mengenalkan Oligio X sebagai teknologi monopolar RF generasi terbaru serta Cellbooster sebagai skin booster asal Swiss. Kehadiran inovasi ini menjadi bagian dari komitmen klinik dalam menghadirkan teknologi estetika yang mengutamakan hasil natural dan kenyamanan pasien.

Kendati demikian, penting diingat bahwa teknologi perawatan perlu disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing. Konsultasi bersama dokter spesialis kulit sangat disarankan guna menghindari kesalahan pemilihan produk maupun tindakan perawatan.

Terkini