Menhut Sebut Peringatan Dini BMKG Tingkatkan Antisipasi Karhutla 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:38:31 WIB
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menganggap peringatan dini potensi El Nino 2026 Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berperan sebagai modal Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk menaikkan usaha pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“BMKG sudah lebih awal menginfokan bahwa kondisi El Nino diprediksi akan datang lebih cepat. Oleh karena itu, berbagai upaya telah kami lakukan, mulai dari langkah-langkah mitigasi dan pencegahan, peningkatan kesiapsiagaan, hingga penanganan teknis dan pemadaman karhutla di lapangan,” ujar Raja Antoni saat Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Menhut menyebutkan bahwa menurut pengamatan BMKG, El Nino kini berada pada level amat kuat dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,19. Keadaan itu berdaya susut menurunkan curah hujan di Indonesia.

Di samping itu, Indian Ocean Dipole (IOD) diperkirakan memasuki fase positif pada September-November 2026 yang berdaya susut kian menurunkan curah hujan di berbagai daerah.

Lebih lanjut, BMKG pun menyokong data potensi semai awal sebagai kajian data pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

“Terima kasih kepada BMKG yang sejak awal sudah memberikan informasi dan peringatan mengenai kondisi iklim ini. Bagi kami, informasi tersebut sangat penting untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mengambil langkah antisipasi lebih dini,” tutur Raja Antoni.

Seirama dengan informasi tersebut, Kemenhut telah menjalankan beragam aksi sejak Februari, mulai dari musyawarah koordinasi antarkementerian/lembaga, sidang terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, apel kesiapsiagaan di provinsi rentan karhutla, sampai pemantapan kapasitas Manggala Agni dan pengaktifan posko siaga darurat karhutla di lima provinsi.

Menhut Raja Antoni mengemukakan bahwa Kemenhut senantiasa berkoordinasi dengan BMKG memantapkan kerja sama dalam pencegahan karhutla, salah satunya lewat OMC.

Usaha itu ia katakan menjadi bagian dari gotong royong antarkementerian/lembaga yang memadukan deteksi dini cuaca, patroli terpadu, serta penanganan kebakaran secara kilat dan terpadu.

“Karhutla merupakan persoalan serius yang tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Karena itu, sinergi dengan BMKG dan kementerian/lembaga lainnya terus kami perkuat, agar informasi dini dapat segera diterjemahkan menjadi langkah nyata di lapangan,” ucapnya.

Terkini