JAKARTA - Ferrari Luce, kendaraan bertenaga listrik perdana besutan Ferrari, laku dengan nilai US$40 juta atau sekitar Rp600 miliar pada acara lelang amal yang diselenggarakan oleh RM Sotheby’s di perhelatan Monterey Car Week.
Seluruh keuntungan dari pelelangan tersebut bakal didonasikan guna mendukung inisiatif pendidikan.
“Penjualan ini merupakan wujud nyata dari inovasi, tanggung jawab, dan visi jangka panjang untuk generasi mendatang,” kata Sotheby’s, seperti dikutip dari Carcoops, Selasa (18/8/2026).
Banderol Luce pada proses lelang tersebut menembus angka lebih dari 35 kali lipat dibandingkan harga normal Ferrari Luce. Unit yang dilelang merupakan edisi spesial dengan bermacam bagian yang diproduksi berdasarkan pesanan, mencakup sentuhan akhir eksklusif, velg khusus, dan sistem pengereman yang telah disesuaikan.
Luce memperoleh atensi tinggi semenjak diluncurkan pada Mei kemarin. Produk tersebut menjadi langkah awal Ferrari terjun ke dalam pasar mobil listrik atau electric vehicle (EV), sebuah industri yang selama ini dikuasai oleh Tesla serta produsen otomotif asal Cina.
Akan tetapi, perilisan Luce juga dibarengi dengan kecaman. Sejumlah analis beranggapan bahwa unit tersebut mulai bergeser dari rancangan konvensional Ferrari serta mempertanyakan jati diri merek sebab Luce memanfaatkan energi baterai dan mempunyai lima kursi penumpang.
Tanggapan miring tersebut ikut memengaruhi bursa efek. Saham Ferrari melemah satu hari pasca Luce dipublikasikan. Kecaman juga muncul dari eks pemimpin Ferrari, Luca Cordero di Montezemolo, dan Wakil Perdana Menteri Italia, Matteo Salvini.
Walaupun demikian, hasil pelelangan memperlihatkan bahwa perdebatan tersebut tidak otomatis melenyapkan pesona Luce, terutama di mata para kolektor. Angka US$40 juta itu bahkan melampaui capaian sebelumnya untuk model Ferrari baru yang dilelang, yakni Daytona SP3 yang laku US$26 juta pada 2025.
Sotheby’s tidak membeberkan identitas orang yang membeli Luce tersebut. Pihak balai lelang pun menekankan bahwa unit yang dipasarkan memiliki spesifikasi sangat unik, sehingga nilai US$40 juta tidak dapat dianggap sebagai harga pasar Luce secara umum.
Bagi Ferrari, transaksi tersebut menghadirkan momentum baik dalam menyongsong masa elektrifikasi.
Walaupun belum cukup kuat guna memastikan penerimaan pasar terhadap seluruh jajaran EV Ferrari, tingginya nominal yang diberikan kolektor memperlihatkan bahwa langkah awal jenama asal Italia itu di pasar kendaraan listrik tetap mempunyai daya tarik yang masif.