Laba Avian Brands Tumbuh 20,7 Persen Meski Harga Cat Naik Dua Kali

Selasa, 18 Agustus 2026 | 03:35:32 WIB
PT Avia Avian Tbk (AVIA). (Foto: NET)

JAKARTA – PT Avia Avian Tbk (AVIA) sukses mempertahankan tren peningkatan di tengah rintangan sektor cat yang diwarnai fluktuasi harga material dasar serta kurs. Pada semester pertama 2026, omzet Avian Brands meningkat 18,2% menjadi Rp 4,59 triliun, sementara laba bersih melonjak 20,7% menjadi Rp 938 miliar.

Direktur Utama PT Avia Avian Tbk Wijono Tanoko dalam keterangan resmi menyatakan, korporasi ini sanggup menjaga momentum ekspansi walaupun sektor usaha masih menjumpai bermacam kendala. 

“Kami bersyukur dapat mempertahankan momentum pertumbuhan yang kuat pada semester pertama tahun ini. Di tengah berbagai tantangan yang masih dihadapi industri, Avian Brands mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih di atas 20%, menjaga profitabilitas tetap sehat,” ujar dia dalam rilis, Selasa (18/8/2026).

Wijoyo menambahkan, kenaikan laba yang melampaui penjualan memperlihatkan kecakapan perseroan merawat margin keuntungan lewat optimalisasi kerja serta manajemen pengeluaran yang ketat. 

Pencapaian itu disokong ketangguhan jenama, jangkauan distribusi yang luas, pembaruan produk berkesinambungan, serta kedisiplinan kerja yang terus dijalankan korporasi.

Pada triwulan kedua tahun 2026, performa Avian Brands memperlihatkan percepatan. Hal tersebut terlihat dari omzet gabungan pada kurun waktu itu menanjak 19,7% menjadi Rp 2,23 triliun. 

Secara setengah tahunan, kenaikan omzet bersumber dari seluruh lini usaha. Divisi Solusi Arsitektur menanjak 18,8%, sementara divisi Barang Dagangan bertambah 15,8%. 

Kuantitas penjualan Solusi Arsitektur turut menanjak 8,6%, yang menggambarkan antusiasme pasar yang tetap tinggi sekaligus keberhasilan korporasi memperluas penetrasi pasar serta memperkuat posisi bersaing.

Menariknya, eskalasi omzet tersebut senantiasa terjaga sekalipun Avian Brands telah melaksanakan dua kali penyesuaian tarif sepanjang rentang waktu berjalan sebagai reaksi atas lonjakan beban material dasar dan fluktuasi kurs. Revisi tarif itu tidak menghalangi momentum transaksi. 

Situasi ini mengindikasikan kuatnya keyakinan pembeli terhadap jenama Avian Brands sekaligus kapabilitas perseroan merawat daya kompetisi di pasaran.

Di sisi lain, korporasi ini terus memperkuat taktik pengadaan material dasar, menaikkan optimalisasi kerja, serta mempererat aliansi jangka panjang bersama vendor. Langkah tersebut dijalankan guna merawat kestabilan pasokan sekaligus mutu barang.

Perpaduan ekspansi omzet dan optimalisasi menjadikan AVIA sanggup merawat margin keuntungan di tengah tekanan beban. Menjelang penghujung semester I 2026, laba bersih perseroan mencapai Rp 938 miliar, menanjak 20,7% bila disandingkan dengan kurun waktu serupa tahun sebelumnya. 

Margin laba bersih pun senantiasa prima di posisi 20,4%. Kinerja tersebut menggambarkan kecakapan Avian Brands mengalihkan eskalasi omzet menjadi eskalasi laba secara berkesinambungan, kendati menjumpai rintangan dari sektor beban material dasar dan kurs.

Di samping pembaharuan barang dan optimalisasi, perluasan jangkauan distribusi menjadi salah satu motor kemajuan Avian Brands. Hingga penghujung semester I 2026, korporasi ini telah mengoperasikan 132 pusat distribusi, yang disokong oleh 16 pusat distribusi mini serta 36 pusat distribusi pihak ketiga. 

Jaringan tersebut menjadikan Avian Brands kini sanggup melayani lebih dari 60.000 gerai eceran di pelbagai daerah Nusantara.

Dengan jangkauan distribusi yang kian luas, produk Avian Brands dapat dijumpai lebih dekat dengan pembeli sekaligus mempersingkat durasi pengiriman. Strategi ini menjadi komponen krusial dalam ikhtiar perseroan merawat ekspansi di tengah persaingan sektor usaha yang kian bergerak aktif.

Terkini