Sebanyak 40.040 Warga NTT Mengungsi Usai Gempa M7,7 Guncang Flores Kini

Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:43:31 WIB
Warga mengungsi usai gempa M7,7 di Flores, NTT. (Foto: NET)

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 40.040 penduduk mencari tempat perlindungan pasca-gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang melanda kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Sabtu (15/8/2026). 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan jumlah tersebut tidak secara langsung menggambarkan total kediaman yang terdampak kehancuran karena guncangan. 

Sebagian penduduk memutuskan untuk mengungsi lantaran kondisi kejiwaan setelah getaran terjadi, sekalipun hunian mereka belum tentu menderita kehancuran. 

"Data pengungsi itu sebesar 40.040 jiwa. Ini bukan menggambarkan kerusakan rumah, jadi perlu kami hati-hati untuk menerjemahkannya. Namun, ini karena banyak dampak psikologis yang dihasilkan oleh warga," kata Berton dalam konferensi pers Update Penanganan Pascagempa M7,7 NTT 2026 yang disiarkan melalui YouTube BNPB, Selasa (18/8/2026).

Merujuk pada informasi sementara BNPB, kuantitas pengungsi paling tinggi berada di Kabupaten Manggarai Timur. Sebanyak 966 jiwa terdokumentasi berada di tempat pengungsian BPBD, sementara sekitar 14.000 penduduk lainnya menyelamatkan diri secara swadaya. 

Di Kabupaten Manggarai, total pengungsi mencapai 6.487 jiwa. Kemudian Kabupaten Nagekeo sebanyak 6.221 jiwa dan Kabupaten Sikka 5.681 jiwa. Selanjutnya, Kabupaten Ende melaporkan 3.666 pengungsi, Kabupaten Ngada 1.920 jiwa, serta Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 600 jiwa.

Di sisi lain, BNPB mendata keseluruhan 11.925 unit hunian mengalami kehancuran akibat guncangan tersebut. Dari total tersebut, sebanyak 5.516 unit tergolong dalam kategori hancur parah, 1.916 unit hancur menengah, dan 4.493 unit hancur ringan. 

Berton menyebut wilayah dengan tingkat kehancuran hunian paling besar antara lain Kabupaten Nagekeo, Manggarai Barat, dan Ngada.

Sementara itu, pengelolaan sarana prasarana pokok pun terus dilaksanakan. Balai Pelaksana Jalan Nasional sudah menangani pengaruh guncangan di beberapa jalur nasional serta jembatan. 

BNPB mendata terdapat 33 lokasi tanah longsor, dengan 32 lokasi telah diatasi sementara dan kembali berfungsi. Selain itu, terdapat empat lokasi patahan jalur yang seluruhnya sudah bisa dilalui. 

Guna mempercepat pemulihan akses, pihak pemerintah sudah menggerakkan tujuh unit ekskavator serta empat unit loader ke daerah terdampak. 

Jalur Wolowaru-Maumere juga sudah kembali bisa dilewati sesudah dijalankan penanganan. Sementara itu, sejumlah titik masih cuma bisa dilalui dengan terbatas. Sebanyak tujuh titik bisa dilewati moda transportasi secara bergantian selama prosedur perbaikan sarana prasarana berlangsung.

Terkini