JAKARTA - Di tengah kesibukan rutinitas yang padat serta ritme mobilitas yang serba cepat, menemukan secercah kebahagiaan terkadang terasa bagaikan sebuah kemewahan tersendiri. Banyak orang tanpa sadar merasa kewalahan dalam menghadapi hari-hari yang melelahkan, baik karena tekanan pekerjaan yang terus menumpuk maupun sekadar rasa jenuh terhadap siklus kehidupan yang terasa monoton dan terus berulang dari waktu ke waktu.
Ketika rutinitas harian mulai memberikan beban yang berat bagi kesehatan mental dan fisik, penerapan konsep meromantisasi kehidupan sehari-hari hadir sebagai sebuah solusi alternatif yang sederhana namun sangat menenangkan.
Alih-alih terus-menerus mengeluhkan berbagai rutinitas yang menjemukan, tren gaya hidup ini justru mengajak setiap individu untuk bersikap proaktif dalam menciptakan kebahagiaan bagi diri sendiri. Caranya adalah dengan memberikan apresiasi penuh terhadap hal-hal kecil di sekitar kita, sehingga setiap detik perjalanan hidup terasa jauh lebih bermakna untuk dijalani.
"Romantisasi kehidupan bisa membantu kami mencapai tujuan jangka panjang dengan memberikan penguatan positif pada pikiran dan perasaan kami tentang tugas sehari-hari," ucap terapis di Mindpath Health, Angel Vardanyan, LMFT Minggu (16/8/2026).
Mengubah Rutinitas Harian Menjadi Momen Menyenangkan
Beralih dari tuntutan menjadi kesenangan pribadi. Mengubah berbagai rutinitas yang awalnya terasa membosankan menjadi sebuah aktivitas yang menyenangkan sebenarnya merupakan hal yang sangat mudah untuk dilakukan.
Ambil saja contoh nyata dari aktivitas di pagi hari yang kerap kali dianggap sebagai beban berat, seperti berjalan kaki menuju suatu tempat atau bersiap-siap untuk mengawali hari. Ketika kita memandang aktivitas tersebut sebagai sebuah kewajiban kaku yang menguras tenaga, secara otomatis akan timbul beban psikologis tersendiri di dalam pikiran kita.
Sensasi yang dirasakan tentu akan jauh berbeda apabila kita memilih pendekatan yang lebih rileks dan santai. Cobalah untuk meluangkan waktu sejenak, ambil cangkir favorit, seduh kopi andalanmu, lalu tambahkan sedikit krim. Bayangkan kamu melangkah keluar rumah tanpa rasa terburu-buru oleh waktu, sekadar ditemani oleh siaran siniar kesukaan yang mengalun pelan di telinga.
Kamu bisa menyeruput kopi tersebut secara perlahan sambil menyusuri jalanan, mengamati pemandangan sekitar yang mungkin berubah setiap harinya, memperhatikan kucing tetangga yang lewat, serta menikmati embusan angin sejuk pagi hari. Perubahan sudut pandang yang sangat sederhana ini terbukti sukses menyulap rutinitas yang tadinya merupakan sebuah kewajiban menjemukan, menjadi momen memanjakan diri yang amat menyenangkan.
Membentuk Asosiasi Positif di Otak
Konsep menikmati hal-hal kecil di sekitar kita ini ternyata memiliki landasan ilmiah yang sangat kuat dalam mendukung keberhasilan pencapaian tujuan jangka panjang. Membawa minuman manis kesukaan saat menikmati segarnya udara pagi, atau menyalakan lilin aromaterapi sebelum mulai membersihkan rumah, ibarat menyisipkan pemicu rasa senang ke dalam suatu tugas yang pada mulanya terasa sangat membosankan.
Trik sederhana ini terbukti ampuh mengusir rasa malas sekaligus menciptakan suasana hati yang jauh lebih positif sepanjang hari, di samping membantu meredakan emosi negatif di tengah segala tuntutan serta tekanan hidup sehari-hari.
"Lebih condong ke emosi positif dengan menciptakan jalur saraf baru yang berpusat di sekitar asosiasi positif ini," tutur Vardanyan.
Seiring berjalannya waktu, siklus kebiasaan baik ini akan terbentuk dengan sendirinya di dalam pola pikir kita. Begitu kamu sukses mengubah rutinitas yang sebelumnya membebani menjadi sesuatu yang bisa dinikmati, tubuh dan pikiranmu akan terasa jauh lebih rileks. Pada akhirnya, otak justru akan memancingmu untuk terus mengulang aktivitas tersebut secara alami tanpa adanya unsur paksaan.
Meromantisasi Berbagai Aspek Kehidupan
Trik menikmati secangkir kopi di pagi hari tadi hanyalah satu dari sekian banyak contoh kecil yang dapat dicoba. Konsep romantisasi ini sebenarnya memiliki sifat yang sangat fleksibel dan amat mudah diaplikasikan pada berbagai aspek rutinitas harianmu.
Vardanyan sangat menyarankan agar kamu mulai menyusun target-target yang realistis serta sejalan dengan minat, gaya hidup, maupun hobi yang selama ini kamu gemari. Sebagai contoh, jika kamu ingin bergerak lebih aktif namun merasa enggan pergi ke pusat kebugaran, jadwalkan saja satu malam khusus untuk berdansa seru bersama sahabat terdekatmu. Alternatif menarik lainnya, kamu bisa mengikuti kelas yoga dengan melibatkan hewan peliharaan kesayangan. Suasana yang tercipta dijamin akan jauh lebih santai, ringan, dan penuh dengan gelak tawa.
Selanjutnya, apabila kamu tengah berusaha mengonsumsi lebih banyak serat demi kesehatan tubuh, hindari kebiasaan melahap buah langsung dari kemasannya begitu saja. Coba luangkan sedikit waktu untuk memotong buah-buahan tersebut dengan rapi, lalu tata dengan cantik di atas piring estetik agar tampilannya semakin menggugah selera, persis layaknya hidangan di restoran mewah.
Jika tujuanmu adalah mempererat ikatan pertemanan, luangkan waktu satu hari khusus untuk beraktivitas bersama tanpa adanya gangguan dari gawai sama sekali. Terakhir, ketika kondisi mental sudah terasa begitu penat dan lelah, jangan pernah ragu untuk mengambil jatah hari libur khusus. Manfaatkan waktu berharga itu untuk bermalas-malasan secara total di rumah, atau sekadar melakukan hal-hal kecil yang selama ini sering terabaikan akibat kesibukan kerja.
Pada prinsipnya, semua target dan tujuan positif tersebut sangat mungkin untuk dicapai. Kamu hanya memerlukan sedikit sentuhan romantisasi agar proses perjalanannya terasa jauh lebih menyenangkan.