Sinergi PNM dan OJK Perkuat Bekal UMKM Perempuan Aceh untuk Naik Kelas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:16:32 WIB
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary. (Foto: NET)

JAKARTA - Bagi wirausaha ultra mikro, modal bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan usaha bisa bertahan serta berkembang. Kemampuan mengelola keuangan, menguasai risiko, mengurus legalitas, sampai membaca peluang pasar menjadi bekal krusial agar bisnis dapat terus bertumbuh. 

Hal tersebutlah yang menjadi salah satu titik berat kerja sama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendampingi perempuan pengusaha ultra mikro di Aceh. 

Pembiayaan disalurkan beriringan dengan penguatan literasi, sehingga nasabah bukan sekadar memperoleh akses permodalan, melainkan juga wawasan guna mengelola serta mengembangkan bisnis mereka.

Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary menyatakan, literasi keuangan menjadi elemen krusial dalam perjalanan nasabah menuju usaha yang kian mandiri. 

“Pembiayaan perlu berjalan beriringan dengan literasi keuangan yang tepat. Termasuk literasi keuangan syariah yang sangat relevan dengan Aceh,” ujarnya.

Pendekatan itu menghadirkan dampak yang semakin luas. Sampai 31 Juli 2026, sebanyak 268.231 nasabah PNM Mekaar di wilayah Aceh telah menikmati manfaat pembiayaan serta pendampingan. 

Mereka tergabung ke dalam 19.628 kelompok dan dibimbing oleh 1.300 pendamping Mekaar yang tersebar pada 77 unit di seluruh penjuru Aceh. 

Pendampingan pun diarahkan agar usaha nasabah semakin siap masuk ke dalam ekosistem bisnis formal. Lebih dari 56.714 nasabah telah dibantu memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara sejumlah nasabah lainnya juga telah mengantongi sertifikat halal. 

Di sisi lain, PNM turut menyalurkan beasiswa bagi 104 anak nasabah sebagai bagian dari upaya mendukung kemajuan keluarga secara lebih komprehensif.

Salah satu gambaran dari proses tersebut nampak dari perjalanan Nur Asma, pemilik usaha “Keripik Pisang Kak Nur”. Sebagai seorang ibu tunggal yang membesarkan tiga anak, Nur Asma mulai merintis bisnisnya sejak 2016. 

Seusai bergabung menjadi nasabah PNM Mekaar Syariah pada 2024, usahanya terus menanjak hingga kini berada pada tingkat grade A dengan plafon pembiayaan senilai Rp6 juta. 

Tidak berhenti pada permodalan, bisnis miliknya pun telah mengantongi NIB serta sertifikat halal dengan pendampingan dari pihak PNM. 

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa ketika akses modal bertemu dengan pendampingan serta pengetahuan yang tepat, usaha rumahan mempunyai peluang untuk berkembang jauh lebih pesat.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal turut berpandangan bahwa UMKM perlu senantiasa mengasah pola pikir dan kecakapan mengelola bisnis. Menurutnya, usaha yang dirintis dari rumah sekalipun tetap memerlukan perencanaan, pemahaman pasar, serta pengelolaan keuangan yang baik. 

“Jangan merasa berkecil hati jika usaha mulai dari dapur rumah tangga. Kami jual produk kami sendiri, kami harus percaya, dan harus cerdas mengelola keuangan, mulai dari menentukan target pasarnya,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi kian relevan tatkala bisnis skala kecil mulai menghadapi persaingan pasar yang lebih luas. Produk yang menarik perhatian konsumen wajib diiringi dengan kecakapan mengelola usaha agar pertumbuhannya tidak berhenti pada tren sesaat saja. 

“Produk yang viral tanpa manajemen yang baik hanya akan bertahan sesaat. Percuma viral kalau tidak dikelola dengan baik,” kata Illiza.

Di Aceh, potensi pengembangan UMKM masih terbuka sangat lebar. Lebih dari 4.400 unit usaha di Banda Aceh saat ini bergerak pada berbagai sektor, mulai dari pertanian, kelautan dan perikanan, pariwisata, kuliner, jasa, perdagangan, sampai industri pengolahan. 

Potensi tersebut dapat terus didorong dari skala kecil melalui kolaborasi serta pendampingan yang berkelanjutan.

Pada akhirnya, sinergi PNM dan OJK bukan sekadar memperluas akses pembiayaan. Kolaborasi ini memperkokoh ekosistem yang membantu para pengusaha memahami cara mengelola keuangan, membangun bisnis secara lebih tertib, memenuhi aspek legalitas, serta membaca peluang pertumbuhan yang lebih luas. 

Bagi para nasabah PNM Mekaar di Aceh, bekal tersebut menjadi modal esensial untuk melangkah dari sekadar bertahan menjadi jauh lebih siap berkembang dan naik kelas.

Terkini