Target Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen Tahun 2027 Begini Kata HIPMI

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:04:01 WIB
Kepala Negara Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar enam persen pada dua ribu dua puluh tujuh dipandang dapat menjadi momentum bagi kalangan usaha guna mempercepat ekspansi bisnis. 

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia menilai ketercapaian target tersebut sangat bertumpu pada terpeliharanya stabilitas perekonomian serta meningkatnya keyakinan para pelaku usaha. 

Kepala Negara Prabowo Subianto menetapkan target pertumbuhan ekonomi dua ribu dua puluh tujuh sebesar enam persen di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dua ribu dua puluh tujuh. 

Sasaran tersebut terhitung lebih tinggi bila disetarakan target pertumbuhan ekonomi di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dua ribu dua puluh enam yang sebesar lima koma empat persen.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat HIPMI Anthony Leong menyatakan, pihak pemerintah telah menempatkan investasi, penguatan industri nasional, konsumsi rumah tangga, serta transformasi struktural sebagai bagian esensial di dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi tahun depan. 

Menurut dia, peluang akselerasi ekonomi pada dua ribu dua puluh tujuh bakal makin terbuka seandainya stabilitas ekonomi tetap terjaga serta keyakinan dunia usaha kian menguat.

“Kami melihat 2027 bisa menjadi tahun akselerasi apabila stabilitas ekonomi tetap terjaga dan kepercayaan dunia usaha semakin kuat. Growth harus ditransmisikan menjadi business expansion dan job creation,” kata Anthony, Sabtu (15/8/2026).

Anthony berpandangan bahwa pertumbuhan ekonomi pada dua ribu dua puluh tujuh perlu makin berkualitas. Pertumbuhan itu dirasa belum cukup manakala hanya tecermin lewat lonjakan produk domestik bruto, melainkan wajib pula disusul peningkatan investasi produktif serta ekspansi dunia usaha. 

Di samping itu, pertumbuhan ekonomi diharapkan mampu memicu kemunculan pengusaha baru, mendongkrak produktivitas, sekaligus memperluas penciptaan lapangan pekerjaan. 

Arah tersebut selaras bersama kerangka Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dua ribu dua puluh tujuh pihak pemerintah yang menempatkan konsumsi rumah tangga, investasi, perbaikan iklim usaha, serta penguatan industri nasional sebagai bagian dari strategi pertumbuhan ekonomi.

Anthony menyampaikan pihak pemerintah telah menjalankan sejumlah tahapan sepanjang dua ribu dua puluh enam demi merawat momentum pertumbuhan ekonomi. Upaya tersebut mencakup penjagaan stabilitas ekonomi, dorongan terhadap investasi, pelaksanaan debottlenecking, beserta deregulasi guna memperbaiki iklim usaha.

Walau demikian, penerapan bermacam kebijakan itu tetap memerlukan penguatan supaya dampaknya kian terasa bagi kalangan pelaku usaha. Hal tersebut utamanya berlaku bagi kalangan pengusaha muda, kelas menengah, serta usaha mikro, kecil, dan menengah yang berkeinginan menaikkan skala bisnis.

“Bagi HIPMI, keberhasilan 2027 tidak cukup hanya dilihat dari satu angka pertumbuhan. Kami ingin melihat lebih banyak pengusaha melakukan ekspansi, UMKM naik kelas, investasi baru terealisasi, pengusaha daerah masuk rantai pasok industri, dan lapangan pekerjaan semakin banyak tercipta,” ujar Anthony.

Berdasarkan pandangannya, keputusan investasi para pelaku usaha pada akhirnya dipengaruhi oleh bermacam unsur, seperti situasi pasar, kepastian regulasi, ketersediaan pembiayaan, serta besaran biaya usaha. 

HIPMI turut memandang investasi yang masuk ke tanah air perlu menghadirkan keterkaitan yang lebih masif bersama para pengusaha lokal. Dengan demikian, investasi bukan sekadar mendongkrak kapasitas ekonomi, tetapi juga melahirkan multiplier effect yang jauh lebih luas.

Berbekal kondisi tersebut, HIPMI memandang dua ribu dua puluh tujuh berpotensi menjelma sebagai tahun akselerasi ekonomi Indonesia. Kendati demikian, eskalasi pertumbuhan ekonomi wajib diiringi ekspansi usaha serta penciptaan lapangan kerja supaya manfaatnya dapat lebih nyata dirasakan oleh sektor riil.

Terkini