Prabowo Klaim Danantara Sumberdaya Indonesia Temukan Potensi Devisa USD5 Miliar

Jumat, 14 Agustus 2026 | 04:25:31 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyatakan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) berhasil mendapati prospek ekstra devisa sampai USD5 miliar dari selisih serta penyesuaian tarif dalam pelunasan devisa buah ekspor. 

Administrasi mematok sasaran prospek tersebut dapat menanjak selaras perluasan pengawasan pengiriman luar negeri komoditas vital Nusantara.

"DSI telah menemukan potensi tambahan 5 miliar dolar hanya dari perbedaan dan penyesuaian harga, dari pembayaran devisa hasil ekspor," kata Prabowo dalam pidato kenegaraan di DPR RI, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Berdasarkan pandangan Prabowo, prospek ekstra tersebut terkuak lewat mekanisme pengamatan terhadap aktivitas pengiriman komoditas keluar negeri. Kabinet bakal memperluas tata kelola serta pengawasan pengiriman komoditas lewat DSI.

"Bayangkan kalau dalam waktu yang akan datang semua ekspor komoditas kami akan dimonitor dan dikelola oleh DSI, berapa peningkatan hasil yang akan masuk negara," ujarnya.

Prabowo turut menyoroti kesenjangan tarif minyak sawit mentah alias CPO Nusantara berbanding tarif di Bursa Rotterdam, Belanda. Ia menuturkan tarif CPO Nusantara di pelabuhan lokal berada sekitar Rp15.000 per kg, sementara tarif di Rotterdam menembus Rp27.000 per kg.

"Sebelumnya minyak mentah sawit Indonesia dijual di pelabuhan Indonesia sekitar Rp15.000 per kg, sementara harga di bursa Rotterdam Belanda harganya Rp27.000 per kg. Padahal di Belanda 1 hektare pun ga ada kebun kelapa sawit," katanya.

Berdasarkan pandangan Prabowo, kesenjangan tarif tersebut mengindikasikan adanya indikasi valuasi komoditas Nusantara yang lenyap dalam siklus niaga.

"Artinya sesungguhnya kami telah hilang 50% nilai komoditas kami," ujarnya.

Prabowo menuturkan kabinet mendirikan DSI guna menata siklus pengiriman luar negeri komoditas vital Nusantara. Pendirian tersebut dideklarasikan pada 20 Mei 2026 sebagai elemen dari ikhtiar kabinet memperkokoh pengontrolan terhadap pengiriman komoditas.

"Karena itu, pada tanggal 20 Mei 2026, hari Kebangkitan Nasional, di aula terhormat ini, di hadapan majelis terhormat ini, saya telah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia, sebagai pintu tunggal processing ekspor komoditas milik Indonesia," katanya.

Akan tetapi, Prabowo menekankan bahwasanya tugas DSI tidak mengisyaratkan segenap komoditas Nusantara bakal dikuasai serta dikapalkan oleh satu korporasi tunggal.

"Saya ulangi prosesingnya, bukan bahwa 1 PT yang akan menguasai komoditas dan mengekspor," ujarnya.

Sesuai keterangannya, DSI bakal memegang fungsi dalam mengawasi siklus pengiriman komoditas, mencakup mencocokkan tonase komoditas yang dimuat bersama warkat administrasi serta kuantitas yang benar-benar mendarat di teritori sasaran.

"Tapi sekarang kami bisa monitor berapa ton yang muat di atas kapal. Berapa yang dilaporkan di atas kertas, berapa yang sampai ke negara tujuan," kata Prabowo.

Administrasi, sambungnya, berkehendak memastikan data pengiriman komoditas Nusantara selaras bersama data yang terdata di teritori sasaran.

"Kami tidak ingin laporan yang satu berbeda dengan di negara tujuan," ujarnya.

Terkini