Dorong Tren EV, Pembiayaan Kendaraan BSI Capai Rp6,7 Triliun

Jumat, 14 Agustus 2026 | 00:28:32 WIB
Bank Syariah Indonesia [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) sukses membukukan kinerja positif melalui produk pembiayaan kendaraan BSI OTO yang mengalami pertumbuhan sebesar 12,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) hingga menyentuh angka sekitar Rp6,7 triliun pada periode Juni 2026.

Pencapaian tersebut merefleksikan bahwa tingkat permintaan masyarakat terhadap fasilitas pembiayaan kendaraan masih sangat tangguh di tengah terjadinya pergeseran preferensi publik yang kini mulai melirik moda transportasi ramah lingkungan. Lonjakan pembiayaan BSI OTO ini turut bergerak seirama dengan dinamika kemajuan industri otomotif nasional, termasuk di dalamnya akselerasi adopsi kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Momentum positif tersebut kian terdorong kuat menyusul langkah proaktif pemerintah dalam menggalakkan pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional lewat peresmian program Motor Listrik Nasional (MOLINAS).

Direktur Retail Banking BSI, Kemas Erwan Husainy, mengungkapkan bahwa pihak perseroan memandang kebutuhan dasar masyarakat terhadap kepemilikan kendaraan masih berada di level yang tinggi, namun dengan tingkat selektivitas yang semakin matang dalam memperhitungkan aspek efisiensi anggaran, kepastian nominal pembiayaan, serta keselarasan dengan prinsip-prinsip syariah.

“Pertumbuhan pembiayaan BSI OTO menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan tetap kuat, namun semakin disertai pertimbangan yang matang dalam memilih skema pembiayaan,” ujar Erwan dalam keterangan resmi, Jumat (14/8/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak BSI senantiasa konsisten menghadirkan ragam solusi pembiayaan kendaraan yang mampu memberikan rasa pasti bagi para nasabah, salah satunya diwujudkan melalui penyediaan skema cicilan atau angsuran tetap sampai lunas. Kehadiran skema tersebut dinilai sangat membantu para nasabah dalam merencanakan serta mengatur arus kas bulanan secara jauh lebih terukur.

Di samping didorong oleh faktor kebutuhan mobilitas harian masyarakat yang terus meningkat, pertumbuhan penyaluran pembiayaan kendaraan ini juga ditopang oleh semakin bervariasinya pilihan produk otomotif di pasaran serta tingginya kepedulian publik terhadap isu kendaraan ramah lingkungan.

Sebagai langkah strategis, BSI turut memperkuat fondasi ekosistem pembiayaan otomotif melalui jalinan kerja sama yang erat dengan jaringan dealer serta berbagai mitra strategis lainnya. Upaya ini ditempuh demi memperluas jangkauan akses masyarakat luas terhadap fasilitas pembiayaan kendaraan berlandaskan prinsip syariah, sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan industri otomotif tanah air.

Bergeser pada aspek pelayanan, BSI mengoptimalkan langkah transformasi berbasis digital melalui pengembangan aplikasi BYOND by BSI yang dirancang khusus untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan finansial nasabah, termasuk memberikan kemudahan akses terhadap layanan pembiayaan kendaraan.

Penerapan digitalisasi ini merupakan pilar penting dari strategi perseroan guna mendongkrak tingkat kemudahan serta mengoptimalkan pengalaman bertransaksi bagi para nasabah.

Dengan terus bertumbuhnya portofolio pembiayaan secara positif serta dukungan ekosistem otomotif yang semakin matang, BSI menaruh optimisme tinggi bahwa lini bisnis pembiayaan OTO akan mampu menjadi salah satu pilar utama penopang pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang tahun 2026.

“BSI akan terus memperkuat inovasi produk, digitalisasi layanan, dan kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap penguatan industri otomotif nasional,” pungkas Erwan.

Terkini