Pemerintah Siapkan 441 RSUD Baru Demi Perkuat Layanan Kesehatan Di Indonesia

Jumat, 14 Agustus 2026 | 22:09:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: NET)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa pihak istana akan mendirikan serta memperbarui 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) demi memperkokoh fasilitas medis di seluruh penjuru Nusantara. 

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Prabowo di dalam pidato pemaparan Rancangan Anggaran Pendapatan serta Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan pada Sidang Paripurna DPR RI, Jumat (14/8/2026).

Prabowo menuturkan bahwa inisiatif ini diarahkan agar seluruh kabupaten serta kota mempunyai fasilitas kesehatan yang sanggup menghadirkan pelayanan medis optimal serta menyelamatkan warga.

"Setiap dari 514 kabupaten dan kota kami harus memiliki rumah sakit yang mampu menyelamatkan rakyat," kata Prabowo.

Kepala negara memaparkan, kabinet sebelumnya telah mendirikan 66 pusat medis di kawasan tertinggal, terdepan, serta terluar (3T). Dari keseluruhan jumlah tersebut, sebanyak 20 RSUD sudah mulai beroperasi sejak konstruksi dimulai pada 2025.

Berdasarkan keterangan Prabowo, pusat kesehatan yang didirikan tersebut telah dilengkapi bermacam fasilitas medis mutakhir, contohnya alat deteksi jantung, CT Scan, mamografi, serta ultrasonografi (USG).

"Kami telah membawa alat pemeriksaan jantung, CT Scan, mamografi, USG, dan layanan modern ke wilayah yang sebelumnya harus merujuk pasien ke tempat-tempat yang sangat jauh," ujarnya.

Dalam fase berikutnya, pemerintah bakal memperluas inisiatif itu lewat pembangunan serta pembaruan 441 RSUD. Fasilitas medis tersebut bakal diperkuat guna mengobati penyakit dengan tingkat fatalitas tinggi, khususnya kanker, jantung, stroke, serta penyakit ginjal.

Selain itu, penguatan layanan pun dipusatkan pada bidang kesehatan ibu serta anak.

"Tidak boleh lagi seorang ibu kehilangan nyawa karena rumah sakit terlalu jauh. Tidak boleh lagi seorang ayah menjual seluruh hartanya karena harus berobat ke kota besar," tutur Prabowo.

Tambahan Dokter

Prabowo menyatakan penguatan sarana prasarana kesehatan pun wajib diimbangi pemenuhan pasokan tenaga kesehatan, utamanya dokter umum, dokter gigi, serta dokter spesialis. Dirinya menyampaikan Indonesia masih memerlukan tambahan 84.781 dokter umum.

Di samping itu, sebanyak 505 kabupaten/kota masih memerlukan tambahan 127.580 dokter gigi. Sementara itu, kekurangan jumlah dokter spesialis menyentuh angka 55.712 jiwa yang tersebar di 481 kabupaten/kota.

"Karena itu kami telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit," kata Prabowo.

Terkini