Presiden Prabowo Pasang Target Swasembada Bawang Putih Tiga Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 | 21:38:31 WIB
Pedagang menunjukan bawang putih [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menetapkan target ambisius agar Indonesia mampu mencapai swasembada bawang putih dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, sembari mengklaim bahwa tanah air telah sukses mewujudkan kemandirian pangan pada delapan komoditas utama sepanjang 1 tahun terakhir.

Prabowo menuturkan bahwa pencapaian swasembada tersebut merupakan buah manis dari sinergi serta kerja keras yang melibatkan kalangan petani, penyuluh lapangan, jajaran pemerintah daerah, unsur TNI dan Polri, koperasi, hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan.

"Kerja keras petani penyuluh, pemda, semua unsur, TNI Polri, koperasi, BUMN pangan terima kasih atas kerja sama dan gotong royong saudara-saudara, kami telah menghasilkan capaian yang besar," kata Prabowo dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Kedelapan komoditas pangan yang dilaporkan telah berhasil mencapai status swasembada tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, serta cabai rawit.

Menurut pandangan Prabowo, keberhasilan ini merefleksikan kapabilitas bangsa Indonesia dalam mencukupi kebutuhan pangan domestik secara mandiri pada berbagai komoditas krusial.

"Dalam 1 tahun terakhir Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan. Beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit," ujarnya.

Kendati demikian, pemerintah secara terbuka mengakui bahwa Indonesia masih menyisakan ketergantungan pasokan pada beberapa komoditas pangan tertentu. Prabowo menyebutkan bahwa komoditas bawang putih, daging sapi, serta daging kerbau saat ini belum mencapai titik swasembada.

"Kami masih belum swasembada bawang putih, kami berjuang agar dalam 3 tahun kami bisa mencapai swasembada bawang putih yang kami sebut tadi. Daging sapi masih belum, daging kerbau juga belum, tapi daging ayam sudah," katanya.

Di sisi lain, guna mencukupi kebutuhan asupan protein masyarakat, Prabowo menilai bahwa Indonesia sejatinya telah mempunyai sumber daya produksi lokal yang memadai, yang bersumber dari komoditas ikan, telur, serta daging ayam.

"Pada dasarnya untuk protein sebenarnya kami sudah swasembada, protein dari ikan, dari telur, protein dari daging ayam," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo sempat mengungkapkan bahwa target swasembada pangan nasional yang mulanya diperkirakan baru akan rampung dalam rentang waktu 4 tahun ternyata berhasil direalisasikan hanya dalam kurun waktu 1 tahun saja.

Di dalam sesi pidatonya tersebut, Prabowo turut menggarisbawahi bahwa kondisi ketahanan pangan Indonesia berada dalam posisi yang stabil dan aman di tengah bayang-bayang krisis global berupa ancaman kelaparan massal akibat gangguan pasokan pangan serta ketidakpastian iklim.

"Di tengah dunia sekarang yang sangat khawatir terhadap kelaparan massal akibat kesulitan pangan dan cuaca yang tidak menentu, kami alhamdulillah dapat saya laporkan di majelis ini soal pangan dan soal makanan untuk rakyat Indonesia kami berada dalam keadaan aman," katanya.

Berbekal pencapaian swasembada pada kedelapan komoditas sebelumnya, pemerintah kini mengarahkan fokus untuk memperluas kapasitas produksi pangan domestik, termasuk di antaranya komoditas bawang putih yang dipatok tuntas dalam 3 tahun mendatang. Meskipun demikian, sektor ketahanan pangan nasional ini ke depannya tentu masih akan diuji oleh potensi tekanan cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi tingkat produktivitas hasil pertanian.

Terkini