Mentan Amran Optimis Tangani Ancaman Kekeringan Berbekal Pengalaman Delapan Tahun

Kamis, 13 Agustus 2026 | 03:52:32 WIB
Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman. (Foto: NET)

JAKARTA – Menteri Pertanian Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman menekankan urgensi pengalaman mendalam serta penguasaan lapangan yang optimal guna menghadapi bermacam fenomena alam yang memengaruhi sektor pertanian nasional, khususnya ancaman kekeringan yang disebut-sebut membahayakan 1 juta hektar lahan pertanian di Nusantara.

Dalam rapat koordinasi penanggulangan kekeringan kawasan Jawa Timur yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya, Amran menyatakan bahwa rekam jejaknya mengemban amanah sebagai menteri pertanian selama delapan tahun menjadikannya lebih menguasai pola perubahan alam serta iklim secara optimal, sehingga pihak berwenang sanggup mengeksekusi langkah pencegahan serta penanganan secara tenang dan tepat sasaran.

"Karena kami sudah hafal bagaimana, sudah delapan tahun jadi menteri. Itu [siklus fenomena alam yang melanda sektor pertanian] gantian tuh. Sudah ini (kekeringan), nanti hama lagi tuh. Nah, sudah ini menyeberang, banjir. Sudah memang begitu kerjaan kita. Nah, kalau menteri baru panik kan? Kalau kami tenang terhadap ini. Nah, kita bergerak cepat," ujar Amran, Rabu (12/8/2026).

Selain itu, ia mengutarakan bahwa penyusunan kebijakan taktis sektor pangan tidak boleh hanya bertumpu pada laporan di atas meja, melainkan wajib turun langsung dan memantau kondisi di lapangan. 

Selama tujuh hari terakhir, Amran mengaku telah melaksanakan kunjungan kerja maraton lintas pulau dan provinsi, yakni Jawa Tengah, Alor (Nusa Tenggara Timur), Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Lampung. 

Menurut pandangannya, kelalaian dalam menangkis potensi krisis beras di wilayah seperti Alor berpotensi memicu bencana kelaparan yang berujung pada gejolak sosial-politik terhadap pemerintah yang dampaknya naik hingga presiden.

"Bayangkan kalau di sana meledak, enggak ada beras. Kalau terjadi ledakan gimana? Tiba-tiba kelaparan. Presiden lagi kena. Itu serangannya ke atas. Padahal yang salah adalah menterinya, bupati, gubernurnya," ujarnya.

Guna meredam ancaman penurunan hasil panen akibat dampak fenomena El Nino serta musim kemarau, Amran memaparkan bahwa pihaknya telah menyiagakan alokasi mesin dan alat pertanian dalam volume masif yang segera disalurkan ke berbagai wilayah yang rentan terdampak kekeringan.

"Sengaja kami simpan traktor, ada 1.000 traktor saya simpan. Pompa ada se-Indonesia 17.000 pompa, Jangan lagi gini menunggu karena traktor ada, pompa ada, semua ada sekarang," ungkapnya.

Oleh karena itu, Amran turut memberikan instruksi kepada Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian serta Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum agar lekas mengeluarkan instruksi penyaluran irigasi serta pompa air seketika proses pemetaan data kebutuhan tiap wilayah tuntas dikerjakan. 

Aksi sigap tersebut turut disokong oleh langkah aktif Perum Bulog dalam mengawal ketersediaan serta jalur distribusi cadangan beras di bermacam daerah yang terdampak.

Terkini