Perkuat Akses Pedesaan, TNI AD Bidik Pembangunan 5.000 Jembatan Baru

Kamis, 13 Agustus 2026 | 03:27:31 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak. (Foto: NET)

JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) mengincar sasaran pengerjaan mencapai 5.000 lokasi jembatan perintis di seantero Nusantara untuk mendongkrak keterhubungan ekonomi terkhusus di kawasan desa. 

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak menerangkan, penguatan pemekaran jejaring prasarana penyeberangan itu terus dipacu lewat efektivitas operasional pengerjaan serta penilaian spesifikasi bangunan secara rutin di lokasi. 

"Kami akan meyakinkan target 5.000 titik. Kami meyakini 5.000 ini bisa selesai setelah kami capai perjalanan teknis-teknis dalam pembuatan kami semakin cepat," ujar Maruli dalam agenda Peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI AD, Kamis (13/8/2026).

Maruli menjabarkan bahwa sampai saat ini, TNI AD telah mengerjakan sebanyak 3.008 lokasi jembatan yang tersebar di berbagai daerah Indonesia. Dari keseluruhan itu, sebanyak 2.500 lokasi jembatan telah rampung didirikan, sementara 508 lokasi sisanya masih dalam masa proses pengerjaan struktural. 

Di samping itu, pihaknya pun terus memacu pemulihan prasarana pada area yang terkena imbas musibah alam seperti di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat agar dapat selesai di tahun ini. 

"Di daerah bencana ini kami akan pastikan bahwa seluruh jembatan di provinsi tersebut bisa terselesaikan tahun ini," tegas Maruli.

Pada kesempatan yang serupa, dari total jembatan yang terwujud di 3.008 lokasi diklaim telah memberikan pengaruh berarti terhadap keterjangkauan sosial dan ekonomi warga lokal. 

Secara kumulatif, prasarana penyeberangan yang didirikan mampu menyambungkan akses menuju 9.008 sekolah, 7.807 desa, serta 4.502 sarana kesehatan di pelosok daerah. 

Percepatan keterhubungan tersebut juga tercatat sanggup melancarkan alur distribusi logistik bagi 4.618 sarana ekonomi sekaligus memfasilitasi pergerakan lebih dari 4,5 juta jiwa penerima manfaat.

Terkini