Siswa Sekolah Rakyat Lolos Paskibraka Nasional, Mensesneg Merasa Bangga

Kamis, 13 Agustus 2026 | 20:20:01 WIB
Sejumlah anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan rasa bangga serta harunya setelah mengetahui bahwa salah satu anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2026 ternyata berasal dari Sekolah Rakyat.

Prasetyo menuturkan bahwa Presiden Prabowo Subianto kemungkinan besar belum mengetahui informasi tersebut secara mendetail. Menurutnya, pihak pemerintah memang belum menyampaikan laporan secara khusus mengenai latar belakang asal-usul anggota Paskibraka dari Sekolah Rakyat itu.

"Sepertinya Presiden belum tahu. Belum tahu, karena memang kami juga belum secara detail melaporkan," kata Prasetyo seusai menyaksikan gladi kotor persiapan pengibaran bendera HUT Ke-81 RI di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Prasetyo mengatakan pihaknya juga tidak mengikuti seluruh proses seleksi Paskibraka sejak awal. Proses seleksi dilakukan dari 38 provinsi sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.

"Sejak awal kami juga tidak kemudian mengikuti semua proses seleksinya karena itu kan dari 38 provinsi, semua berjalan sebagaimana yang seharusnya," ujarnya.

Dia mengaku turut terkejut ketika mengetahui salah satu peserta yang lolos sebagai Paskibraka tingkat nasional ternyata merupakan siswa Sekolah Rakyat.

"Ketika kami pun mendapatkan informasi bahwa ada salah satu yang lolos adik-adik Paskibra ini yang ternyata berasal dari Sekolah Rakyat, ya kami terus terang juga ikut bangga, ikut terharu," katanya.

Kesempatan yang Sama

Menurut Prasetyo, terpilihnya siswa Sekolah Rakyat sebagai anggota Paskibraka nasional menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi terbuka bagi seluruh anak Indonesia tanpa melihat latar belakang ekonomi.

Dia menilai proses seleksi Paskibraka yang berbasis kompetensi dan kerja keras menjadi bukti bahwa latar belakang keluarga bukan menjadi pembatas untuk berprestasi.

"Siapa pun kami ini sebagai sesama anak bangsa manakala diberi kesempatan atau ada kesempatan, ada peluang atau ada sesuatu yang memungkinkan untuk ikut berpartisipasi, sudah tidak lagi kemudian membeda-bedakan kami ini berasal dari mungkin keluarga yang lebih mampu atau yang tidak mampu," jelasnya.

"Semua berbasis kompetensi, semua berbasis kerja keras," lanjut Prasetyo.

Dia menegaskan menjadi anggota Paskibraka, terlebih pada tingkat nasional, bukan perkara mudah. Para anggota harus menjalani latihan fisik secara intensif sekaligus mempersiapkan mental untuk menjalankan tugas di hadapan masyarakat Indonesia.

"Tidak mudah menjadi seorang Paskibra, apalagi tingkat nasional," katanya.

Menurut Prasetyo, tantangan Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik. Mereka juga harus memiliki kesiapan mental karena akan menjalankan tugas dalam momentum yang disaksikan masyarakat luas.

"Saudara nanti harus tampil, tidak boleh salah, tidak boleh ada yang keliru, dan di benak Anda, Anda berpikir bahwa Anda disaksikan oleh seluruh bangsa Indonesia, itu bukan sesuatu hal yang mudah," ujarnya.

Dorong Paskibraka Dihargai

Prasetyo kemudian mengajak masyarakat melihat proses dan pencapaian para anggota Paskibraka dari sisi positif. Dia meminta segala bentuk kerja keras dan profesi, termasuk tugas Paskibraka, tetap diapresiasi meski masih terdapat kekurangan.

"Kalau boleh secara pribadi, saya ingin menyampaikan bahwa marilah kami semua lebih banyak untuk memandang sesuatu itu dari sisi yang positif," kata Prasetyo.

Dia mengakui bahwa dalam setiap proses maupun pekerjaan selalu terdapat kekurangan dan hal-hal yang belum sempurna. Namun, menurutnya, hal tersebut tidak seharusnya menghilangkan apresiasi terhadap kerja keras yang telah dilakukan.

"Bahwa ada kekurangan, ya, bahwa ada mungkin yang belum sempurna, iya, tapi segala hal profesi kami apa pun, bidang kami apa pun, itu segala sesuatunya perlu diapresiasi dan perlu kami hargai," ujarnya.

"Itu nggak mudah," pungkas Prasetyo.

Terkini