Rayakan HUT Ke-23, Suhartoyo Tegaskan MK Harus Semakin Profesional Dan Jujur

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:19:01 WIB
Pimpinan Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo. (Foto: NET)

JAKARTA - Pimpinan Mahkamah Konstitusi (MK) Suhartoyo mengungkapkan pada umur 23 tahun, MK tumbuh sebagai harapan dan kian diyakini oleh publik untuk memperoleh keadilan lewat koridor konstitusional. Walau begitu, hambatan yang ditemui MK kian masif, dengan gugatan yang kian rumit.

"Harapan masyarakat semakin tinggi. Hal itu terdengar dari permohonan yang kami tangani. Pada tahun 2025, Mahkamah menangani 701 permohonan dan memutus 598 permohonan," kata Suhartoyo dalam upacara peringatan HUT Ke-23 MK di Jakarta, Kamis (13/8/2026).

Tercatat hingga Agustus 2026 ini, MK memperoleh 304 gugatan. Menurutnya, naiknya kuantitas gugatan ini membuktikan kian banyak warga yang memakai saluran konstitusional guna mencari keadilan.

"Bagi kami jumlah ini bukan sekedar angka. Di balik setiap setiap permohonan ada kepercayaan masyarakat kepada Mahkamah. Kepercayaan itu harus dijawab dengan kerja yang sungguh-sungguh," ujarnya.

Kepada stafnya, ia menggarisbawahi bahwa mekanisme pengadilan wajib berjalan profesional. Putusan harus muncul dari pemikiran yang jernih serta independen. Selain itu, kejujuran wajib jadi pedoman tiap individu yang beraktivitas di MK.

"Keputusan Mahkamah juga harus memberi arti bagi kehidupan masyarakat, antara lain dengan melindungi hak warga negara dan menjaga demokrasi dalam koridor konstitusi," katanya,

Suhartoyo pula mengingatkan krusialnya mempertahankan kepercayaan orang banyak dengan memperbaiki diri dalam pelayanan serta manajemen.

"Kepercayaan itu menuntut kami terus berbenah, kami terus membenahi pelayanan dan tata kelola. Transformasi digital kami kembangkan agar keadilan semakin mudah diakses oleh masyarakat," ucapnya.

Dalam upaya memperbagus pelayanan itu, ujar ia, Mahkamah Konstitusi bakal mendirikan digital constitutional court yang modern, mandiri, berintegritas, serta dipercaya. 

Menurutnya, teknologi serta kecerdasan buatan bakal dipergunakan secara bertanggung jawab serta perlindungan sistem dalam mutu sumber daya manusia juga wajib diperkokoh. Namun di balik seluruh pembaruan itu, ujar ia, tetap ada satu hal yang paling menentukan, yakni manusia yang mengoperasikannya.

Ia menuturkan dukungan yang telah diberikan oleh seluruh staf kepanitraan serta kesekretariatan jenderal begitu bermakna serta vital bagi terlaksananya peradilan MK yang telah memberikan kemudahan akses bagi para pihak secara transparan, akuntabel, serta modern. 

Dalam momen tersebut Suhartoyo turut menghargai kepada seluruh staf atas gairah, dedikasi, serta integritas staf dalam memberikan layanan publik terbaiknya bagi MK. Sebagai wujud apresiasi, MK menyematkan penghargaan kepada staf yang disebut staf teladan.

"Penghargaan ini merupakan apresiasi atas penghargaan dan keteladanan yang telah diberikan, jadikan sebagai kebanggaan sekaligus dorongan untuk terus memberikan yang terbaik," ucapnya.

Suhartoyo juga memperingatkan jajarannya bahwa penganugerahan tersebut jadi pengingat bagi seluruh staf MK bahwa tiap pekerjaan mempunyai makna.

"Mahkamah yang kuat dibangun dan dijaga oleh orang-orang yang menjalankan tugasnya dengan baik dan bertanggung jawab. Karena itu, pada usia ke-23 ini mari kita jaga Mahkamah sebagai lembaga yang independen, berintegritas, profesional, dan terpercaya," katanya.

Di penghujung amanatnya, Suhartoyo berpesan supaya staf MK tidak gampang terpengaruh serta menunaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

"Mulai lah dari diri kami sendiri. Jangan mudah dipengaruhi. Jaga diri dalam setiap keadaan dan kerjakan setiap tugas dengan sebaik-baiknya. Dari situlah maruah Mahkamah dan kepercayaan publik kami jaga," ujarnya.

Terkini