Karhutla 20 Hektare Landa Kutai dan Paser Tanpa Korban

Kamis, 13 Agustus 2026 | 17:52:32 WIB
Ilustrasi: Tim BPBD saat penanganan karhutla di Desa Sungai Bawang, Kabupaten Kutai Kartanegara [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan kepastian bahwa peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara serta Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sama sekali tidak menimbulkan korban jiwa.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova di Jakarta, Kamis, menyampaikan bahwa insiden karhutla di kedua kabupaten tersebut berlangsung secara berurutan dengan luas keseluruhan lahan yang terbakar mencapai 20 hektare.

"Kebakaran hutan dan lahan melanda Kelurahan Muara Sanga-sanga, Kecamatan Sanga-sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, pada Selasa (11/8) sekitar pukul 15.20 WIB. Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar 15 hektare dan tidak ada korban jiwa akibat peristiwa ini," kata dia.

Dodi menjelaskan bahwa jajaran personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara segera diterjunkan ke titik lokasi sesaat setelah mendapatkan laporan dari warga guna melaksanakan upaya pemadaman serta melokalisasi arah titik api supaya tidak merambat lebih luas.

Di samping itu, pada tanggal yang sama, musibah karhutla turut menerjang wilayah Kabupaten Paser yang tersebar pada tiga kawasan kecamatan, yakni Kecamatan Muara Komam, Tanah Grogot, serta Pasir Belengkong.

Lebih lanjut, rincian daerah yang terdampak di Paser mencakup Desa Beras Jiring di Kecamatan Muara Komam, Desa Tanah Grogot beserta Desa Tepian Batang di Kecamatan Tanah Grogot, dan Desa Damit di Kecamatan Pasir Belengkong, dengan akumulasi luas area yang terbakar seluas lima hektare.

"Di Paser pemadaman menggunakan peralatan sederhana, pengerahan water truck, serta pembuatan sekat bakar untuk mengisolasi kobaran api," katanya.

Pihak BNPB turut menyerukan kepada segenap elemen dan masyarakat di Kalimantan Timur agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan serta menghindari tindakan pembakaran lahan secara sembarangan demi mencegah timbulnya titik api baru selama berlangsungnya musim kemarau.

Terkini