Pesan Menyentuh Lionel Messi Setelah Ayahnya Meninggal Dunia Hari Ini

Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:32:32 WIB
Penyerang Inter Miami, Lionel Messi. (Foto: NET)

JAKARTA - Penyerang Inter Miami, Lionel Messi, akhirnya angkat bicara merespons kabar duka wafatnya sang ayahanda tercinta, Jorge Messi. Kehilangan sosok yang tidak cuma berfungsi sebagai orang tua, melainkan juga figur rekan serta perwakilan dalam karier profesionalnya, menyisakan kesedihan yang sangat mendalam. 

Lionel Messi membagikan curahan hati yang sangat pribadi lewat media sosial guna mengucapkan salam perpisahan sekalian mengenang bermacam momen berharga yang belum sempat mereka lalui bersama. 

Dalam unggahan emosional tersebut, Lionel Messi mengenang kembali awal perjalanan hidupnya. Mulai dari masa-masa merintis karier di Barcelona hingga kini membela Inter Miami, di mana mendiang ayahnya senantiasa setia mengiringi setiap langkahnya.

“Ayah, aku masih tidak percaya kamu telah pergi,” kata Messi mengawali pesannya dikutip dari beIN Sports, Rabu (12/8/2026). 

Ia mengakui bahwa dirinya masih berjuang untuk menerima kehilangan ini, sembari menyayangkan kenyataan bahwa sang ayah berpulang di saat masih banyak hal yang ingin mereka nikmati bersama. 

“Aku tahu kamu menderita dan ini memang yang terbaik, tapi kamu pergi terlalu cepat. Masih banyak hal yang bisa kami nikmati bersama,” lanjutnya.

Bagian paling mengharukan dalam pesan tersebut turut menyinggung turnamen akbar Piala Dunia 2026. Jorge Messi semasa hidupnya terus meminta sang anak untuk terakhir kalinya tampil di turnamen empat tahunan tersebut. 

Akan tetapi, kondisi kesehatan Jorge menurun drastis beberapa hari menjelang pembukaan Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, serta Meksiko tersebut. Messi pun bertekad melaju hingga partai puncak supaya sang ayah memiliki waktu untuk pulih serta dapat hadir langsung menyaksikan pertandingannya.

“Aku terus mengatakan padamu bahwa kami akan mencapai final sehingga kamu bisa berangkat,” tegas Lionel Messi.

Meskipun Timnas Argentina berhasil menembus babak final sebelum akhirnya takluk di tangan Spanyol, mendiang ayahnya tidak dapat hadir di stadion. Dukungan serta penantian pesan dari sang ayah usai pertandingan menjadi motivasi terbesarnya selama kompetisi.

“Kami berhasil mencapai final, tapi kamu tidak bisa hadir di sana. Aku ingin menjadi juara agar bisa membawa trofi juara lagi untukmu,” kenang Messi. 

"Namun, aku tak bisa. Kaki saya tak tersisa apa-apa. Saya terus mendorong tubuh saya melewati batas tetapi tidak berhasil."

Hubungan ayah serta anak ini melampaui batas-batas lapangan hijau. Lionel Messi mengenang masa kecilnya ketika sang ayah rutin mengantarnya berlatih usai pulang kerja serta mendedikasikan waktu untuk mengawal kariernya hingga sukses di kancah internasional bersama Barcelona maupun Inter Miami. 

“Kamu adalah ayahku, temanku, serta perwakilanku,” terang pemain berjuluk La Pulga itu. 

"Kamu senantiasa orang tepat di saat tepat, dan kamu tak pernah salah soal apapun."

Kehilangan figur yang senantiasa ada sejak awal karier membuat peraih berbagai penghargaan bergengsi ini merenungkan masa depannya di dunia sepak bola.

“Aku tidak tahu apa yang akan kulakukan tanpamu. Aku tidak tahu bagaimana cara melanjutkan hidup ini.” 

Ia bahkan mengakui keraguannya terkait seberapa lama lagi ia akan terus aktif bermain sebagai atlet profesional. 

“Aku hanya bermain sepak bola, serta kini aku punya banyak keraguan apakah aku akan terus bermain,” jelas Messi.

Walaupun demikian, nilai-nilai kehidupan yang ditanamkan oleh mendiang ayahnya akan terus ia wariskan kepada generasi penerusnya. 

“Aku akan sangat merindukanmu, tetapi kamu akan senantiasa ada, terutama dalam cara aku membesarkan anak-anakku, karena aku mendidik serta membesarkan mereka seperti caramu membesarkanku.”

Pesan perpisahan yang mendalam tersebut ditutup dengan doa serta ungkapan kasih sayang yang tulus tanpa menyinggung torehan rekor maupun koleksi trofi individunya. 

“Beristirahatlah dengan tenang serta jagalah kami dari atas sana seperti yang kamu lakukan di sini. Terima kasih untuk segalanya.” 

“Aku mencintaimu, Ayah,” tutup pemain kelahiran Rosario pada 24 Juni 1987 itu.

Terkini