Yassierli Sebut Budaya Inovasi Kunci Tingkatkan Kualitas Ketenagakerjaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 22:44:31 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa pembentukan budaya inovasi adalah langkah krusial guna mengatrol mutu ketenagakerjaan bagi publik serta membentuk institusi yang responsif.

“Budaya inovasi ini menjadi sebuah keniscayaan karena yang kami lakukan saat ini, layanan-layanan kami itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Masyarakat memiliki harapan yang tinggi kepada kami,” ucap Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Berdasarkan pandangan Yassierli, pembaruan merupakan salah satu bentuk nyata dari jiwa yang diusung oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).

Tradisi tersebut ia pandang vital sebab fasilitas ketenagakerjaan yang disajikan negara bersentuhan langsung dengan keperluan publik yang menaruh ekspektasi besar terhadap mutu pelayanan.

Yassierli menuturkan, ruang untuk menjalankan evaluasi di dalam instansi senantiasa terbuka. “Oleh karena itu, setiap insan Kemnaker perlu membangun cara berpikir bahwa selalu ada kesempatan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik,” tuturnya.

Menurut Yassierli, spirit tersebut wajib menjelma menjadi bagian dari etos kerja seluruh jajaran Kemnaker. Pembaruan yang diciptakan pun bukan sekadar diarahkan guna mendatangkan faedah bagi institusi, melainkan mesti pula memberi pengaruh yang lebih positif bagi publik.

Ia menyambungkan, semangat pembaruan tersebut selaras bersama nilai One Kemnaker, yakni merajut semangat sebagai satu kementerian bersama satu target serta satu sumbangsih.

“Karena itu, inovasi yang dikembangkan setiap unit kerja perlu dilihat sebagai bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kinerja Kemnaker,” ucap beliau.

Menaker Yassierli menggarisbawahi, mencetak pembaruan adalah satu perkara, sementara memastikan kreasi tersebut dapat diimplementasikan secara faktual merupakan ujian selanjutnya. 

Oleh karenanya, ia memandang krusial adanya manajemen perubahan agar gagasan yang lahir sanggup diterima, diaplikasikan, serta menghadirkan manfaat secara berkesinambungan.

“Yang menjadi tantangan setelah inovasi adalah melaksanakannya. Bagaimana change management, bagaimana inovasi dan perubahan itu kami bawa, kemudian diterima dan bisa terlaksana,” kata beliau.

Terkini