BI Proyeksikan Inflasi September 2026 Mereda, Indeks Ekspektasi Harga Turun ke 155,2

Selasa, 11 Agustus 2026 | 13:27:01 WIB
BI Proyeksikan Inflasi September 2026 Mereda, Indeks Ekspektasi Harga Turun ke 155,2

Proyeksi meredanya inflasi tersebut tertuang dalam Survei Penjualan Eceran yang dirilis BI pada periode Juni 2026. Selain IEH yang turun, Indeks Ekspektasi Penjualan (IEP) untuk September 2026 juga melemah ke posisi 148,3, lebih rendah dibandingkan capaian Agustus 2026 yang sebesar 159,8. Bank sentral mencatat pelemahan ekspektasi penjualan ini dipicu oleh berkurangnya permintaan setelah momentum libur panjang dan perayaan kemerdekaan.

Faktor Musiman HUT RI dan Libur Sekolah Menahan Laju Harga

"Responden menginformasikan bahwa penurunan pada IEP September 2026 dipengaruhi oleh normalisasi pasca kegiatan hari kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI)," tulis survei BI. Artinya, dorongan belanja yang sempat menggebu pada Agustus akibat HBKN dan libur sekolah kini mulai kembali ke tingkat normal, sehingga tekanan terhadap harga eceran ikut berkurang.

Kendati tekanan harga diprakirakan mereda pada September, BI justru melihat potensi kenaikan kembali pada akhir tahun. IEH Desember 2026 diproyeksikan berada di angka 168,1, lebih tinggi dibandingkan proyeksi November 2026 yang sebesar 167,5. Lonjakan ini dipicu oleh antisipasi peningkatan permintaan menjelang periode libur Natal dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Penjualan Riil Juni 2026 Tumbuh 0,7%, Ditopang Suku Cadang

Berbeda dengan proyeksi ke depan yang melandai, data aktual penjualan eceran pada Juni 2026 justru menunjukkan perbaikan. Indeks Penjualan Riil (IPR) tercatat di level 225,0, dengan pertumbuhan bulanan mencapai 0,7% (mtm). Angka ini berbalik positif setelah pada Mei 2026 terkontraksi minus 1,5% (mtm).

Secara tahunan, kinerja penjualan eceran tetap tumbuh, disokong oleh kelompok barang tertentu. BI menyebutkan beberapa kategori yang menjadi penopang utama pertumbuhan, antara lain:

  • Suku cadang dan aksesori kendaraan
  • Perlengkapan rumah tangga lainnya
  • Barang lainnya

"Perkembangan tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah," tulis BI dalam laporannya.

Sinyal Bagi Pelaku Usaha dan Investor

Normalisasi ekspektasi harga dan penjualan ini menjadi indikator penting bagi pelaku usaha dalam mengatur strategi inventori hingga kuartal keempat. Jika tekanan inflasi benar-benar mereda pada September, ruang gerak BI untuk menjaga suku bunga acuan tetap stabil juga semakin terbuka. Namun, investor perlu mencermati potensi inflasi musiman pada Desember mendatang yang bisa mempengaruhi pola belanja konsumen di penghujung tahun.

Terkini