Ditopang Ekspor-Impor, Arus Peti Kemas TPS Juli 2026 Naik 11,79%

Senin, 10 Agustus 2026 | 00:03:32 WIB
Aktivitas bongkar muat di dermaga Terminal Petikemas Teluk Lamong, Surabaya, Jawa Timur [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) mencatatkan pertumbuhan arus peti kemas sebesar 11,79% sepanjang Juli 2026 jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-on-month/mtm).

Sekretaris Perusahaan TPS Erika A. Palupi menerangkan bahwa kenaikan tersebut merujuk pada data volume peti kemas yang melonjak dari 116.000 twenty-foot equivalent units (TEUs) pada Juni 2026 menjadi 130.000 TEUs pada Juli 2026.

Ia memaparkan peningkatan ini utamanya disokong oleh peti kemas internasional, baik aktivitas ekspor maupun impor, yang menggambarkan tetap terjaganya kepercayaan para pelaku usaha terhadap layanan dan kapasitas operasional TPS.

"Kinerja positif pada Juli 2026 didorong sepenuhnya oleh kontribusi arus peti kemas internasional. Sebagai perbandingan, pada Juni 2026 arus peti kemas internasional mencapai 116.000 TEUs," ujar Erika dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Namun, di lain sisi, arus peti kemas internasional untuk kurun Januari-Juli 2026 (year-on-year/yoy) terdata sebesar 807.000 TEUs atau terkoreksi 6,94% jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 867.000 TEUs.

Secara akumulatif, arus peti kemas, baik domestik maupun internasional, tercatat mengalami penurunan, dari 908.000 TEUs menjadi 830.000 TEUs atau merosot 8,59% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Erika, koreksi throughput secara yoy tersebut dapat terjadi terutama merupakan akibat dari proses transisi dan integrasi peralatan baru yang dioperasikan TPS, yaitu empat unit electric quay container crane (E-QCC) serta 14 unit electric rubber tyred gantry (E-RTG).

"Proses instalasi, pengujian, dan adaptasi operasional memerlukan waktu agar produktivitas secara bertahap sampai pada titik optimal," ujarnya.

Erika menyampaikan, pengoperasian sarana baru itu selaras dengan optimalnya kinerja alat existing, didukung oleh sumber daya manusia pendukung yang andal akan sanggup mendongkrak kapasitas dan kinerja operasional perseroan secara berkelanjutan pada masa mendatang.

Selain itu, pada sektor perdagangan luar negeri, Erika menjelaskan arus ekspor di PT TPS mencatatkan pertumbuhan secara bulanan (mtm) sebesar 20,54%, dari 57.000 TEUs menjadi 68.000 TEUs pada bulan Juli.

Sementara untuk aktivitas impor, perseroan juga mencatat tren kenaikan, dari 59.000 TEUs menjadi 61.000 TEUs atau sebesar 3,39% pada bulan Juli.

Adapun kontribusi arus peti kemas ekspor sepanjang Januari-Juli 2026 yakni sebesar 49% atau 400.000 TEUs, sedangkan peti kemas impor menyumbang 51% atau 407.000 TEUs. Jika dibandingkan dengan rentang waktu yang sama tahun 2025, proporsi perbandingan arus peti kemas ekspor impor di TPS pada 2026 tidak mengalami perubahan.

Erika merinci, persentase ekspor sebesar 49% pada tahun 2025 merupakan kontribusi arus peti kemas berjumlah 428.000 TEUs, sedangkan 51% arus peti kemas impor pada Januari-Juli 2026 terdata sebanyak 439.000 TEUs.

Tak berhenti di situ, TPS juga sukses mempertahankan posisi dominan di pasar peti kemas internasional melalui penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai 83% di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.

"Dengan produktivitas bongkar muat yang tetap berada di atas standar yang ditetapkan regulator serta penguasaan pangsa pasar internasional sebesar 83% di Pelabuhan Tanjung Perak, kami akan terus mendukung kelancaran rantai logistik nasional dan pertumbuhan perdagangan Indonesia,” jelasnya.

Terkini