PSSI Minta Publik Tidak Hujat Pemain dan Pelatih Timnas Indonesia

Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:33:31 WIB
Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi. (Foto: NET)

JAKARTA - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memohon agar khalayak sepak bola tanah air tidak menjadikan para pemain serta juru taktik sebagai target kecaman seusai Tim nasional Indonesia gagal melangkah ke babak semifinal Piala AFF 2026. 

Himbauan itu diungkapkan Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi seusai skuad Garuda dipastikan tersingkir dari ajang ASEAN Championship 2026. Tim nasional Indonesia gagal memetik kemenangan pada laga pamungkas Grup A usai bermain imbang 1-1 kontra Singapura di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026).

Hasil tersebut membuat Indonesia mengakhiri turnamen di posisi ketiga Grup A dengan perolehan tujuh poin dan gagal meneruskan langkah ke semifinal. Capaian ini menandai keenam kalinya skuad Garuda gagal lolos dari fase grup Piala AFF serta yang kedua secara beruntun sejak tahun 2024. 

Akan tetapi, kegagalan kali ini terasa jauh lebih menyakitkan bagi banyak pendukung sepak bola nusantara lantaran skuad didikan John Herdman itu datang dengan diperkuat sejumlah pemain naturalisasi mulai dari Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Ragnar Oratmangoen.

Yunus Nusi yang memantau jalannya laga secara langsung menyebutkan bahwa PSSI sangat mengerti kepedihan yang dirasakan masyarakat.

"Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia karena belum bisa memberikan hasil yang memuaskan secara sempurna," ujar Yunus Nusi, Minggu (9/8/2026).

Kendati demikian, di tengah rasa kecewa tersebut, Yunus secara khusus meminta masyarakat agar tidak menumpahkan kekecewaan kepada para pemain dan pelatih.

Yunus menyampaikan pesan dari Ketua Umum PSSI agar segala kritik atas kegagalan Tim nasional Indonesia ditujukan kepada pihak-pihak yang memegang tanggung jawab atas kebijakan, alih-alih kepada para pemain dan juru taktik yang berjuang di lapangan hijau.

"Timnas yang telah berjuang harus tetap kami apresiasi. Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima," kata Yunus. 

"Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kami di masa depan," imbuhnya.

Yunus menuturkan bahwa para pemain yang membela Tim nasional Indonesia dalam ajang Piala AFF 2026 ini tetap layak memperoleh penghargaan atas kerja keras mereka sepanjang turnamen berlangsung.

Menurutnya, peluang bagi para atlet tersebut untuk kembali menjadi bagian dari perjalanan Tim nasional Indonesia di waktu mendatang masih terbuka lebar.

"Masih ada harapan besar bagi anak-anak ini untuk membawa prestasi sepak bola kami menjadi lebih bagus," ujar Yunus.

Di sisi lain, pihak PSSI memastikan bahwa kegagalan Tim nasional Indonesia di babak penyisihan grup ini tidak akan berlalu tanpa adanya proses evaluasi. 

Yunus menerangkan bahwa evaluasi merupakan agenda rutin yang senantiasa dijalankan PSSI selepas tim nasional menyelesaikan suatu turnamen, baik saat menorehkan prestasi maupun ketika menghadapi kegagalan.

"Ketua Umum PSSI selalu melakukan evaluasi. Tidak hanya saat menghadapi kegagalan, tetapi juga dalam setiap prestasi, keberhasilan, maupun kemenangan Timnas," jelasnya.

Proses peninjauan itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum PSSI bersama dengan Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), serta jajaran tim pelatih.

"Saya pun turut hadir di tengah-tengah diskusi dan evaluasi tersebut," kata Yunus.

Dengan demikian, kegagalan di ajang Piala AFF 2026 bakal menjadi bahan perbincangan internal PSSI, sementara para pemain serta pelatih diimbau agar terhindar dari sasaran kecaman publik.

"Silakan mengkritisi PSSI atau Ketua Umum, kami menerima. Namun, yang terpenting adalah jangan menghujat pemain dan pelatih. Mereka adalah aset kami di masa depan," pungkas Yunus Nusi.

Terkini