Kinerja Keuangan Fuji Finance Semester I-2026: Laba Turun 22 Persen

Minggu, 09 Agustus 2026 | 23:21:01 WIB
PT Fuji Finance Indonesia (FUJI). (Foto: NET)

JAKARTA - Perusahaan pembiayaan PT Fuji Finance Indonesia (FUJI) mencatatkan penurunan laba pada Semester I-2026. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Fuji Finance Indonesia mencatatkan laba bersih sebesar Rp 3,33 miliar pada Semester I-2026. 

Nilainya menurun sebesar 22,20%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 4,28 miliar.

Jika ditelaah, penurunan laba Fuji Finance tampaknya disebabkan jumlah pendapatan yang menurun begitu dalam. Sebab, jumlah beban perusahaan terlihat dapat ditekan. 

Adapun jumlah pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp 6,66 miliar pada Semester I-2026. Nilainya menurun signifikan 20,05%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 8,33 miliar. 

Kontributor utama pendapatan perusahaan pada Semester I-2026 disumbang pos pendapatan pembiayaan sebesar Rp 4,96 miliar. Diikuti pos bunga yang sebesar Rp 1,69 miliar.

Jumlah beban Fuji Finance tercatat Rp 2,99 miliar pada Semester I-2026. Nilainya menurun sebesar 13,58%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu yang sebesar Rp 3,46 miliar. 

Sementara itu, Fuji Finance membukukan aset sebesar Rp 188,32 miliar pada Semester I-2026. Nilainya menurun sebesar 0,30%, jika dibandingkan pencapaian akhir 2025 yang sebesar Rp 188,89 miliar.

Jumlah ekuitas perusahaan tercatat sebesar Rp 184,32 milliar pada Semester I-2026. Nilainya tumbuh sebesar 1,84%, jika dibandingkan pencapaian pada akhir 2025 yang sebesar Rp 180,99 miliar. 

Liabilitas Fuji Finance mengalami kontraksi signifikan sebesar 49,49%, dari Rp 7,90 miliar per akhir 2025 menjadi sebesar Rp 3,99 miliar pada Semester I-2026.

Manajemen Fuji Finance menyampaikan penurunan total kewajiban atau liabilitas lebih dari 20% tersebut disebabkan sebagian dari penangguhan pendapatan yang merupakan pendapatan bunga piutang yang diterima dimuka telah direalisasikan secara akrual, serta kewajiban pajak tahunan yang sudah dibayarkan. 

"Pendapat manajemen mengenai penurunan total kewajiban tersebut adalah wajar sesuai dengan ketentuan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)," ujar Direktur Utama Fuji Finance Indonesia, Anita Marta dalam pengumumannya di keterbukaan informasi.

Terkini