Fore Kopi Bidik Pertumbuhan Laba Bersih Melesat 70 Persen di 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 06:08:31 WIB
Direktur Fore Kopi Fahmi Rachmatullah. (Foto: NET)

JAKARTA – PT Fore Kopi Indonesia Tbk. (FORE) mengincar lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun 2026. Target ambisius itu ditetapkan pihak perusahaan selepas mampu membukukan kinerja yang solid sepanjang enam bulan pertama 2026.

Direktur Fore Kopi Fahmi Rachmatullah menerangkan bahwa realisasi kinerja semester I/2026 dengan pendapatan mencapai Rp1 triliun dan laba bersih Rp56,48 miliar telah sesuai dengan ekspektasi manajemen.

”Manajemen guidance itu kami ekspektasikan akan ada kenaikan sekitar 50% untuk top line dan 70% bottom line jika dibandingkan tahun lalu,” katanya di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Kendati demikian, pihak manajemen memang mengakui terdapat tantangan dari melemahnya kondisi ekonomi nasional sehingga memberikan risiko tekanan daya beli terhadap masyarakat.

Meskipun begitu, pihak perusahaan menegaskan bahwa target konsumen yang menjadi basis FORE cenderung tahan terhadap melemahnya kondisi ekonomi.

Target pasar premium affordable dinilai tidak terlalu sensitif terhadap kenaikan harga dan diklaim masih tetap melakukan spending kendati situasi ekonomi melemah.

”They tidak sesensitif itu kalau nantinya akan ada, misalnya kenaikan harga segala macam. Nah jadi ini sangat membantu. Dan target konsumer FORE itu masih spending, walaupun Indonesia secara ekonomi di bagian-bagian tertentu, sedang melemah,” tegasnya.

Sepanjang periode ini, FORE melanjutkan strategi ekspansi gerainya dengan menambah lebih dari 40 gerai baru selama 6 bulan pertama 2026. Lebih dari 40% di antaranya berlokasi di kota-kota Tier 2 dan Tier 3.

Total gerai aktif di bawah Fore Coffee Indonesia mencapai 363 unit, meningkat dari 259 unit pada semester I/2025.

Bersama dengan 10 gerai aktif Fore Donut dan 4 gerai aktif Fore Coffee Singapura, jaringan Grup FORE kini mencakup 377 gerai di lebih dari 60 kota.

Hingga akhir 2026, FORE menargetkan pembangunan hingga 100 outlet yang terdiri atas 70 Fore Coffee dan 30 Fore Donut.

”Di tahun ini kami ekspektasikan lebih dari 400 [gerai Fore Coffee], itu artinya kami akan buka sekitar 80-an lebih tokonya. Untuk donat, nanti diekspektasikan sampai akhir tahun ini mungkin 25—30an toko,” katanya.

Adapun berdasarkan laporan keuangan perseroan per Juni 2026, FORE mampu membukukan penjualan senilai Rp1 triliun atau mengalami pertumbuhan 51,71% year-on-year (YoY) dari Rp662,37 miliar pada periode yang sama di tahun 2025.

Kontributor pendapatan terbesar masih disumbangkan oleh segmen minuman dengan mencatatkan penjualan senilai Rp884,18 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Realisasi tersebut mencerminkan kenaikan 48,25% YoY dibandingkan Rp596,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, seiring ekspansi gerai Fore Donut, perseroan juga membukukan lonjakan penjualan pada segmen makanan hingga 90,20% YoY menjadi Rp119,68 miliar per Juni 2026.

Pada segmen lain-lain, FORE membukukan penjualan senilai Rp6,07 miliar, mengalami kenaikan dari Rp3,04 miliar pada periode yang sama 2025.

Adapun FORE mampu membukukan laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih yang naik 34,39% YoY menjadi Rp56,48 miliar di semester I/2026 dari Rp42,03 miliar pada paruh pertama 2025.

Terkini

Ekonomi RI Melambat ke 5,29% di Kuartal II-2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:10:31 WIB

Gaji Manajer Kopdes Dipastikan Tak Sampai Rp 16 Juta

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:09:02 WIB

Menkeu: Babinsa Tidak Dipakai Kejar Pajak

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:07:31 WIB

Ancaman Defisit Neraca Perdagangan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:06:01 WIB

Angka Kemiskinan Turun, Kerentanan Ekonomi Masih Tinggi

Rabu, 05 Agustus 2026 | 07:04:02 WIB