Manfaat Rasa Bosan untuk Tumbuh Kembang Anak Menurut Psikolog

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:05:32 WIB
Ilustrasi Anak Merasa Bosan [FOTO: NET].

JAKARTA - Pernahkah Anda merasa bersalah manakala buah hati mengeluh bosan ketika libur sekolah ataupun di akhir pekan? Sikap tersebut sering kali berujung pada tindakan orang tua yang tergesa-gesa mencarikan hiburan, misalnya dengan menyerahkan gawai atau merancang berbagai kegiatan supaya anak tidak mempunyai waktu luang sama sekali. 

Padahal, menurut para psikolog, rasa bosan justru bisa menjadi elemen krusial dalam proses tumbuh kembang anak asalkan disikapi dan diarahkan secara tepat.

Manfaat Rasa Bosan bagi Tumbuh Kembang Anak

Melatih kemampuan menghadapi situasi yang tidak menyenangkan 

Dikutip dari laman Child Mind Institute, psikolog klinis Stephanie Lee, PsyD, memaparkan bahwa rasa jenuh merupakan kesempatan emas bagi anak untuk melatih kapasitas diri dalam menghadapi kondisi yang tidak selalu sesuai harapan.

"Rasa bosan mungkin tidak terlalu menyiksa, tetapi juga bukan sesuatu yang menyenangkan. Dalam hidup, kita harus mampu mengelola frustrasi dan mengatur emosi ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai keinginan. Rasa bosan adalah cara yang sangat baik untuk melatih kemampuan tersebut," jelas Stephanie.

Mendorong kemampuan memecahkan masalah 

Spesialis pendidikan di Child Mind Institute, Jodi Musoff, MA, MEd, menerangkan bahwa faedah terbesar dari rasa bosan justru bersumber dari proses aktif yang dilakukan anak untuk mengatasi kejenuhan tersebut.

"Ketika mereka mengerjakan sebuah proyek untuk mengisi waktu, mereka harus membuat rencana, mengatur bahan-bahan yang dibutuhkan, dan memecahkan masalah," tutur Musoff dilansir dari Child Mind Institute.

Kecakapan tersebut, menurut Musoff, kelak akan sangat berguna tatkala anak harus merampungkan tugas sekolah, mengerjakan proyek kelompok, hingga menghadapi pelbagai tantangan hidup saat dewasa nanti. Anak-anak pun belajar bahwa sebuah aktivitas tidak selamanya berjalan mulus sesuai rencana. Tatkala hasil akhirnya kurang memuaskan, mereka terdorong untuk mencoba kembali atau mencari pendekatan yang berbeda.

Membangun kemandirian dan rasa percaya diri 

Saat anak sukses memilih kegiatan, merampungkan tantangan, lalu menyaksikan sendiri buah dari usahanya, mereka bakal merasakan keleluasaan yang lebih besar dalam mengendalikan diri sendiri. Inilah esensi manfaat rasa bosan apabila dikelola secara proporsional.

"Kuncinya adalah membantu anak belajar mengelola rasa bosan agar mereka bisa menjadi lebih mandiri dan merasa memiliki kendali atas kebahagiaan serta kesejahteraan mereka sendiri," sebut Stephanie.

Kapasitas itu pula yang menjadikan anak tidak gampang bergantung kepada orang tua setiap kali memiliki waktu luang. Seiring berjalannya waktu, mereka akan terbiasa merumuskan ide, mengambil inisiatif mandiri, serta mengisi hari-hari dengan kegiatan yang sarat makna.

Terkini