Bendungan Keureuto Aceh Jaga Pasokan Air Saat Kemarau

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:37:01 WIB
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan bahwa keberadaan Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, menjadi salah satu langkah utama Kementerian PU dalam mempertahankan ketersediaan air, khususnya ketika menghadapi musim kemarau panjang serta fenomena El Nino.

Berdasarkan penjelasannya, tata kelola sumber daya air wajib sanggup menjamin kecukupan air bagi warga maupun bidang pertanian dalam rangka menanggulangi risiko kekeringan selama masa musim kemarau.

"Kementerian PU terus mengoptimalkan operasi bendungan dan infrastruktur sumber daya air agar kebutuhan air baku, irigasi, dan pengendalian banjir tetap terjaga. Dengan pengelolaan yang optimal, kami memastikan pasokan air bagi masyarakat tetap aman dan berkelanjutan," ujar Dody di Jakarta, Rabu.

Bendungan Keureuto tercatat sebagai salah satu waduk terbesar di Provinsi Aceh dengan daya tampung yang mencapai 215,94 juta meter kubik serta area genangan seluas kira-kira 896,39 hektare.

Bangunan prasarana sumber daya air itu merupakan bendungan unggulan yang ikut diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada tanggal 10 Juli 2026.

Dari aspek kegunaan, Bendungan Keureuto sanggup mengairi lahan irigasi seluas 14.695 hektare lewat jaringan saluran air sepanjang 75,94 kilometer.

Akibatnya, indeks pertanaman (IP) melonjak dari 200 persen menjadi 300 persen yang memberi kesempatan kepada petani untuk bercocok tanam sampai tiga kali dalam kurun setahun dengan rata-rata hasil padi mencapai 5,5 ton Gabah Kering Panen (GKP) setiap hektare.

Fasilitas tersebut didesain sebagai bendungan serbaguna yang menopang layanan irigasi, penyediaan air baku, mitigasi banjir, serta pengembangan energi baru terbarukan.

Disamping menyuplai air baku sebesar 0,65 meter kubik per detik, waduk ini pun berfungsi menekan ancaman banjir di kawasan hilir seluas sekitar 627 hektare.

Daya guna energi dari waduk ini diproyeksikan menembus 185,62 MW via perpaduan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terapung.

Adanya Bendungan Keureuto diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan air masyarakat, menjadi motor penggerak kenaikan produktivitas tani, serta menjadi jalan keluar jangka panjang dalam menghadapi ancaman kekeringan tatkala musim kemarau serta gejala El Nino.

Hal tersebut selaras bersama Visi PU 608 lewat infrastruktur yang tepat sasaran serta menghadirkan nilai tambah bagi sektor-sektor produktif, sehingga seluruh penanaman modal infrastruktur sanggup menciptakan dampak ekonomi yang lebih tinggi, memperkokoh ketahanan pangan, dan mendongkrak kesejahteraan rakyat dengan target menekan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) hingga di bawah 6.

Terkini

Prediksi Asmara 12 Shio Sepanjang 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:37:01 WIB

Bangkitnya PMI, Tantangan Penyerapan Tenaga Kerja

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:24:02 WIB