Wisata Kota Cirebon Melambat, Semester I/2026 Turun 2,64%

Selasa, 04 Agustus 2026 | 21:58:02 WIB
Kunjungan Wisatawan ke Kota Cirebon Turun 2,64% di Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Melambatnya arus kedatangan pelancong mulai memberikan lampu kuning bagi sektor perekonomian Kota Cirebon. Menyusutnya pergerakan wisatawan domestik berpeluang menekan perputaran uang pada bisnis perhotelan, rumah makan, kuliner, niaga, jasa transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang selama ini mengandalkan pemasukan dari sektor pelancongan.

Muatan tersebut tercermin dari lesunya kinerja perjalanan wisatawan dalam negeri sepanjang paruh pertama 2026 jika disandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun lalu. Dokumentasi Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total perjalanan wisatawan domestik menuju Kota Cirebon pada kurun Januari–Juni 2026 berada di angka 1,48 juta perjalanan. Jumlah itu terkikis 2,64% dibanding periode Januari–Juni 2025 yang menembus 1,52 juta perjalanan.

Kepala BPS Kota Cirebon, Samiran, menyampaikan kecenderungan tersebut memperlihatkan angka pergerakan wisatawan lokal ke Kota Cirebon pada semester pertama tahun ini cenderung lebih rendah dari rentang yang sama tahun lalu. Menurut ia, penurunan itu memotret dinamika aktivitas perjalanan wisata menuju Kota Cirebon yang masih dibayangi tekanan apabila ditinjau secara tahunan.

“Secara bulanan, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Juni 2026 tercatat sebanyak 252,68 ribu perjalanan. Jumlah tersebut turun 0,42% dibandingkan Mei 2026. Dibandingkan Juni 2025, penurunannya bahkan mencapai 4,44%,” ujar Samiran, Selasa (4/8/2026).

Samiran menerangkan, data itu menyajikan angka perjalanan wisatawan nusantara yang menjadikan Kota Cirebon sebagai destinasi persinggahan. Peta asal wisatawan juga mengindikasikan pasar Kota Cirebon masih sangat ditopang oleh daerah sekelilingnya. Sebanyak 50,96% perjalanan dihuni oleh warga Kabupaten Cirebon. Sementara pelancong asal provinsi lain cuma menyumbang 18,33%.

Berikutnya, wisatawan asal Kabupaten Indramayu mencatatkan 5,58%, Kabupaten Kuningan 5,53%, serta Kabupaten Majalengka 3,53%. Porsi selebihnya tersebar dari bermacam wilayah lainnya. Dominasi pelancong asal Kabupaten Cirebon menandai pergerakan pariwisata Kota Cirebon masih bersandar pada pasar domestik dan wilayah penyangga. Kondisi itu memicu dinamika pariwisata amat bergantung pada mobilitas warga kawasan sekitar.

Di sisi lain, andil wisatawan dari luar area Ciayumajakuning maupun luar Jawa Barat tergolong relatif minim jika dibandingkan dengan pasar lokal. Peta tersebut membuktikan bahwa ceruk pasar pariwisata Kota Cirebon belum sepenuhnya ditunjang oleh arus kedatangan dari wilayah yang lebih luas.

Sepanjang kurun Juni 2025 sampai Juni 2026, volume perjalanan pelancong domestik menuju Kota Cirebon turut mengindikasikan grafik yang pasang surut. Lonjakan tertinggi berlangsung pada Desember 2025 dengan menyentuh 274,45 ribu perjalanan, bertepatan dengan momentum libur akhir tahun.

Sebaliknya, pergerakan terkecil terjadi pada Februari 2026 yang cuma mencatatkan 224,01 ribu perjalanan. Usai periode tersebut pergerakan kembali merambat naik, namun belum sanggup melampaui rekor tertinggi pada pengujung 2025. Pada Juni 2026, angka perjalanan berada pada posisi 252,68 ribu perjalanan, lebih rendah dibandingkan masa puncak tersebut.

Samiran mengungkapkan, rincian perjalanan wisatawan dalam negeri menjadi salah satu acuan untuk mengamati pergerakan mobilitas publik menuju suatu daerah destinasi wisata. Menurut ia, pasang surut jumlah perjalanan sanggup memberikan gambaran denyut sektor pariwisata yang terkoneksi dengan pelbagai aktivitas ekonomi, mulai dari penyedia akomodasi, bisnis kuliner, niaga, hingga moda transportasi.

“Pelemahan jumlah perjalanan pada semester pertama 2026 menjadi perhatian karena sektor pariwisata memiliki efek berganda terhadap berbagai usaha yang melayani kebutuhan wisatawan. Apabila tren penurunan kunjungan berlanjut, maka perputaran ekonomi yang berasal dari belanja wisatawan berpotensi ikut melambat,” terangnya.

Terkini