Rupiah Menguat ke Level Rp17.997 per Dolar AS pada Senin Sore

Senin, 03 Agustus 2026 | 23:49:32 WIB
Nilai Tukar Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat Terhadap Dolar AS [FOTO: NET].

JAKARTA — Posisi nilai tukar rupiah berhadapan dengan dolar Amerika Serikat (AS) diestimasikan bergerak fluktuatif dengan potensi condong menguat dalam sesi perdagangan hari ini, Senin (3/8/2026), seiring menguatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan oleh Federal Reserve (The Fed).

Merujuk pada rekaman data Doo Financial Futures, ketika penutupan perdagangan akhir pekan lalu, Jumat (31/7/2026), rupiah sukses mendaki 0,49% hingga bertengger pada level Rp18.022 per dolar AS. Pada waktu yang serupa, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah 0,06% ke posisi 99,80.

Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memaparkan bahwa apresiasi rupiah ini berjalan seirama dengan mayoritas mata uang kawasan Asia yang turut menguat melawan dominasi dolar AS. Tekanan pelemahan pada greenback sendiri dipicu oleh rentetan rilis data makroekonomi AS yang berada di bawah ekspektasi pasar, sehingga mendongkrak probabilitas pelonggaran kebijakan moneter The Fed dalam beberapa waktu ke depan.

"Rupiah dan mata uang regional umumnya menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi cukup tajam oleh data ekonomi yang mengecewakan," ujar Lukman.

Kendati demikian, dinamika pasar finansial masih dilingkupi oleh awan ketidakpastian global. Di luar faktor prospek arah suku bunga The Fed, para investor turut memantau eskalasi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang menyimpan potensi mengerek volatilitas harga komoditas energi sekaligus mendongkrak daya tarik aset lindung nilai (safe haven), termasuk di antaranya dolar AS.

Dari ranah domestik, sorotan para pelaku pasar masih terpusat pada proses suksesi kepemimpinan di tubuh Bank Indonesia (BI). Investor secara seksama menelaah figur yang bakal menduduki tampuk kepemimpinan Gubernur BI mendatang mengingat kebijakan strategis bank sentral memegang peranan krusial dalam menjaga stabilitas kurs rupiah serta tingkat inflasi.

Menurut pandangan Lukman, tingkat fluktuasi rupiah berpeluang mengalami eskalasi sepanjang pekan ini mengingat padatnya agenda publikasi data penting dari Indonesia, Amerika Serikat, maupun China.

Dari Negeri Paman Sam, pasar bakal menanti-nantikan rilis data aktivitas sektor manufaktur serta jasa, laporan lowongan pekerjaan JOLTS, hingga data ketenagakerjaan nonfarm payrolls (NFP) yang selama ini menjadi parameter utama kesehatan ekonomi AS.

Sementara itu dari Tiongkok, investor bakal mencermati indikator manufaktur dan jasa guna mengukur tingkat ketahanan pemulihan ekonomi negara tersebut. Adapun dari dalam negeri, para pelaku pasar tengah menanti pengumuman data neraca perdagangan, laju inflasi, indeks sektor manufaktur, hingga pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II/2026.

Dengan memperhitungkan seluruh faktor sentimen tersebut, Lukman mengestimasi pergerakan rupiah bakal berada dalam koridor fluktuatif dengan tendensi menguat pada rentang kisaran Rp17.850 sampai dengan Rp18.150 per dolar AS selama perdagangan hari Senin (3/8/2026).

INDONESIAN RUPIAH / U.S. DOLLAR - TradingView 09:05 WIB Rupiah dibuka menguat Rupiah dibuka menguat 0,49% atau 89 poin menuju level Rp18.022 per dolar AS pukul 09.05 WIB. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,21% ke posisi 99,71. 11:00 WIB Rupiah menguat 24 poin Pukul 11.00 WIB, rupiah menguat 0,13% atau 24 poin menuju level Rp17.998 per dolar AS. 

Pada saat yang sama, indeks dolar AS terpantau melemah 0,16% ke posisi 99,75. 12:05 WIB Rupiah berbalik melemah Pukul 12.05 WIB, rupiah melemah 0,15% atau 26,5 poin menuju level Rp17.962,5 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS juga melemah 0,21% ke posisi 99,71. 13:47 WIB Rupiah kembali menguat Pukul 13.47 WIB, rupiah menguat 0,17% atau 30 poin menuju level Rp17.992 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,14% ke posisi 99,77. 15:08 WIB Rupiah ditutup menguat Rupiah ditutup menguat 0,14% atau 25 poin menuju level Rp17.997 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah 0,12% ke posisi 99,80.

Terkini

Kemnaker Andalkan Magang Nasional Tekan Pengangguran Muda

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:39:32 WIB

Selain Pisang, Ini 5 Buah dengan Serat Lebih Tinggi

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:35:01 WIB

Cara Membuat Semur Jengkol Gurih Pedas yang Empuk

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:30:01 WIB

Kolaborasi IP Global dan Kreator Lokal Indonesia

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:25:31 WIB

Cara Membuat Bakwan Sayur Renyah Tahan Lama

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:22:02 WIB