Nusantara Explorer Dongkrak Rail Tourism Nasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 23:41:31 WIB
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Foto: NET)

JAKARTA – Kereta api kini bertransformasi lebih dari sekadar alat transportasi massal. Pemerintah berupaya menyulapnya menjadi produk wisata bernilai tambah tinggi untuk memperpanjang durasi tinggal pelancong serta menggerakkan roda perekonomian daerah. 

Inisiatif tersebut diwujudkan lewat pengembangan Kereta Wisata Nusantara Explorer yang dikolaborasikan bersama revitalisasi Stasiun Semarang Tawang sebagai pusat simpul wisata berbasis warisan sejarah (heritage). 

Langkah strategis ini diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi kemajuan rail tourism di tanah air, segmen yang sebelumnya telah tumbuh subur di berbagai belahan dunia.

Presiden Prabowo Subianto bahkan telah menjajal secara langsung rangkaian kereta premium tersebut ketika melaksanakan kunjungan kerja ke wilayah Semarang dan Batang, Jawa Tengah. 

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa proyek Nusantara Explorer merupakan arahan langsung dari kepala negara demi menggenjot daya saing destinasi wisata nasional melalui pemanfaatan transportasi berbasis rel.

"Pak Presiden menghendaki untuk kita mengembangkan pariwisata berbasis kereta api. PT KAI sudah memiliki anak perusahaan yang khusus menyediakan fasilitas kereta wisata. Atas petunjuk Presiden diminta diperkuat, kita bikin gerbong baru yang nanti dipadukan dengan destinasi-destinasi wisata unggulan yang kita miliki," ujar Prasetyo.

Meski saat ini masih melalui fase uji coba, pihak pemerintah menaruh optimisme tinggi agar kereta mewah tersebut bisa resmi meluncur pada tahun ini. Proses evaluasi berkala akan menjadi penentu penetapan jadwal operasional penuh kepada publik.

Perluasan program ini tidak sekadar berfokus pada pembuatan gerbong premium semata. Pemerintah turut mengkaji ulang perbaikan jalur-jalur kereta lama yang menghubungkan berbagai kawasan wisata strategis, termasuk rencana mengaktifkan kembali trayek Semarang—Magelang guna memudahkan akses menuju kawasan candi Borobudur.

Di tengah maraknya tren ekonomi pengalaman (experience economy), perjalanan itu sendiri kini dipandang sebagai esensi utama dari produk wisata. 

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa mengutarakan bahwa kehadiran Nusantara Explorer di Stasiun Semarang Tawang sanggup memperkuat daya tarik rail tourism karena menyajikan pengalaman pelesir yang komprehensif, bukan sekadar sarana berpindah tempat.

"Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang merupakan langkah yang sangat strategis karena sekarang ini wisatawan tidak lagi hanya mencari tujuan akhir, tetapi juga pengalaman selama perjalanan. Kereta api menawarkan pengalaman yang nyaman, aman, tepat waktu, sekaligus rendah emisi sehingga sangat sejalan dengan konsep pariwisata berkualitas dan berkelanjutan yang sedang kita dorong," ujar Ni Luh.

Ia menambahkan, perpaduan bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang dan layanan kelas atas Nusantara Explorer melahirkan nilai jual unik yang membedakannya dari moda transportasi lain. Konsep ini menawarkan cerita, karakter, serta muatan budaya yang kuat kepada para pelancong.

Kendati demikian, pembenahan infrastruktur fisik semata belum cukup mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan. Diperlukan paket wisata terintegrasi yang menghubungkan langsung penumpang kereta dengan hotel, pusat kuliner, museum, hingga desa wisata melalui sistem transportasi lanjutan yang mudah dijangkau. 

Pihak kementerian juga menekankan pentingnya pengayaan narasi sejarah, keterlibatan pemandu lokal, penerapan teknologi digital, serta penyelenggaraan agenda rutin (calendar of events) di sekitar kawasan stasiun dan Kota Lama.

Dari sisi desain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menuturkan bahwa Nusantara Explorer mengusung identitas budaya lokal yang kuat melalui ornamen serta motif batik khas nusantara, mengingatkan publik pada layanan kereta mewah legendaris dunia seperti Orient Express. 

Kereta ini bahkan dinilai memiliki potensi komersial luas untuk disewa dalam berbagai acara privat seperti reuni keluarga, pertemuan perusahaan, hingga agenda rapat bisnis guna menjangkau pasar MICE (Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions).

Terkini