BPS: Produksi Beras hingga September 2026 Naik Tipis 0,01%

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:42:02 WIB
BPS: Produksi Beras hingga September 2026 Naik Tipis 0,01% [FOTO: NET].

JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) mengestimasikan hasil produksi beras skala nasional sampai dengan September 2026 bakal mengalami pertumbuhan mini berkisar 0,01% bila disandingkan dengan kurun waktu serupa tahun kemarin. Kondisi ini terjadi seiring merosotnya bentangan luas panen di tengah periode puncak musim kemarau yang berlangsung sepanjang Juli–September 2026.

Potensi hasil panen pada kuartal III/2026 mulai memperlihatkan tanda-tanda perlambatan, sehingga performa produksi hingga akhir tahun nanti masih sangat bergantung pada dinamika fase pertanaman serta situasi cuaca di lapangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengemukakan temuan dari Survei Kerangka Sampel Area (KSA) Juni 2026 memperlihatkan bahwa sebagian besar lahan pertanian tanah air masih menduduki fase pertanaman.

"Hasil amatan KSA Juni 2026 menunjukkan mayoritas lahan pertanian masih berupa tanaman padi atau standing crop sebesar 40,27%," ujar Ateng dalam Berita Resmi Statistik (BRS), Senin (3/8/2026).

Di samping komoditas padi, tercatat 28,89% lahan ditanami jenis tanaman lain, 11,78% merupakan lahan bera sementara, 10,66% sudah selesai dipanen, serta 8,16% sisanya masih berada pada tahap persiapan lahan. 

Dari keseluruhan standing crop tersebut, sekitar 13,34% telah menginjak fase generatif yang diantisipasi bisa dipetik pada Juli 2026. Sementara itu, tanaman yang berada pada fase vegetatif diprediksi siap panen dua bulan berselang, disusul fase vegetatif awal sekitar tiga bulan pasca pengamatan.

BPS menaksir luas panen padi pada Juni 2026 menyentuh angka 840.000 hektare, melonjak 6,93% ketimbang bulan Juni tahun sebelumnya yang menorehkan 790.000 hektare. Walau demikian, potensi luas panen sepanjang Juli–September 2026 dipetakan hanya mencapai 3,15 juta hektare atau mengalami koreksi turun 1,26% apabila dikomparasikan dengan periode serupa pada 2025. 

Bila dihitung secara kumulatif, total luas panen Januari–September 2026 diestimasikan menembus 9,46 juta hektare atau menanjak tipis 0,11% secara tahunan.

Berpedoman pada kalkulasi luas panen tersebut, produksi beras pada Juni 2026 dihitung mencapai 2,47 juta ton atau terkerek naik 6,96% jika dibandingkan realisasi Juni 2025. Adapun volume produksi beras dalam rentang Juli–September 2026 diantisipasi merosot 0,88% secara tahunan ke level 9,36 juta ton, sejalan dengan menyusutnya luas panen.

Sementara itu untuk kurun kumulatif Januari–September 2026, BPS mematok estimasi total produksi berada di angka 28,71 juta ton atau bertambah tipis 0,01% apabila dibandingkan periode serupa tahun terdahulu. Kendati demikian, Ateng memberikan peringatan bahwa deretan angka tersebut masih berupa potensi sehingga sewaktu-waktu dapat bergeser mengikuti perkembangan kondisi tanaman.

"Ini angka potensi dan belum memperhitungkan faktor musibah. Faktor OPT [organisme penganggu tumbuhan] dan puncak kemarau yang mungkin terjadi pada bulan tersebut. Jadi kami lihat nanti bagaimana puncak kemarau pada bulan-bulan tersebut," kata Ateng.

Terkini

Penyebab Brain Fog saat Menopause dan Cara Mengatasinya

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:43:01 WIB

Kemnaker Andalkan Magang Nasional Tekan Pengangguran Muda

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:39:32 WIB

Selain Pisang, Ini 5 Buah dengan Serat Lebih Tinggi

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:35:01 WIB

Cara Membuat Semur Jengkol Gurih Pedas yang Empuk

Senin, 03 Agustus 2026 | 02:30:01 WIB