Konsep Ekonomi Sirkular Biru Solusi Limbah Kampung Nelayan

Kamis, 30 Juli 2026 | 22:57:01 WIB
BRIN Gagas Ekonomi Sirkular Biru untuk Kampung Nelayan Merah Putih [FOTO: NET].

JAKARTA - Peneliti yang berasal dari Pusat Riset Ekonomi Perilaku dan Sirkuler Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andrian Ramadhan, menginisiasi penerapan konsep ekonomi sirkular biru guna menghadirkan ragam nilai tambah yang inovatif di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Di dalam sesi pemaparannya saat mengikuti kegiatan diskusi di Jakarta, Kamis, Andrian menerangkan bahwa kawasan pesisir serta sentra-sentra perikanan pada saat ini tengah menghadapi ancaman krisis lingkungan serius akibat tingginya tingkat penumpukan berbagai jenis limbah yang belum dikelola secara optimal.

"Bagaimana kami bisa menciptakan sistem yang bisa kami turunkan, yang bisa berputar terus untuk meminimumkan limbah yang selama ini menjadi masalah yang nggak ada nilai ekonominya menjadi bernilai ekonomi," katanya.

Andrian mengungkapkan bahwa timbunan sampah yang mencemari wilayah pesisir tersebut memiliki karakteristik yang sangat beragam, mulai dari sampah material plastik, sisa limbah organik industri perikanan yang membusuk, alat perangkap ikan bubu yang rusak, hingga perlengkapan jaring tangkap yang tertinggal maupun sengaja ditinggalkan begitu saja di tengah perairan laut.

Dirinya memandang bahwa esensi utama dari modernisasi dalam kerangka Program KNMP semestinya difokuskan untuk menyulap berbagai problem pencemaran sampah lingkungan tersebut agar bertransformasi menjadi peluang sektor industri baru yang mendatangkan keuntungan finansial bagi para nelayan.

Andrian memberikan beberapa contoh bentuk implementasi nyata dari penerapan prinsip ekonomi sirkular yang memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan di KNMP, di antaranya pemanfaatan limbah cangkang rajungan untuk diolah menjadi produk turunan bernilai ekonomi tinggi seperti chitosan.

Di samping itu, sisa-sisa limbah perikanan tangkap yang tidak terserap memenuhi standar mutu pasar komersial dapat diproses secara terintegrasi melalui fasilitas pendukung KNMP menjadi produk pakan ternak mandiri guna menggerakkan sendi-sendi perekonomian warga lokal.

Bahkan, persoalan pelik terkait sampah plastik yang masif mengotori kawasan pelabuhan serta perairan pesisir turut menyimpan peluang besar untuk dikonversi menjadi pasokan sumber energi alternatif atau bahan bakar penggerak perahu nelayan lewat pemanfaatan teknologi pengolahan pirolisis.

Berdasarkan pandangan Andrian, strategi diversifikasi sumber pendapatan melalui pembentukan lini industri pengolahan limbah ini dinilai jauh lebih rasional untuk diterapkan ketimbang terus-menerus mendesak para nelayan untuk menggenjot volume hasil tangkapan ikan di tengah kondisi ekosistem laut yang kini semakin memprihatinkan.

"Sehingga fokusnya menciptakan hal-hal yang baru yang tadinya nggak ada, daripada kami sesak di permainan yang sudah ada. Misalkan kami fokus menambah hasil perikanan, padahal memang kadang-kadang kami di beberapa tempat sumber daya perikanannya sudah susah," ujar Andrian Ramadhan.

Terkini

Rugi MAPB Pengelola Starbucks Naik Jadi Rp121,50 M

Kamis, 30 Juli 2026 | 01:05:01 WIB

Update Harga Pangan 30 Juli:

Kamis, 30 Juli 2026 | 00:51:01 WIB