Serial Netflix "Parasyte: Tamiya" Resmi Gandeng Shioli Kutsuna

Kamis, 23 Juli 2026 | 02:52:02 WIB
Yeon Sang-ho Garap "Parasyte: Tamiya" Dibintangi Shioli Kutsuna [FOTO: NET].

JAKARTA - Sutradara asal Korea Selatan Yeon Sang-ho kembali mengarahkan penggarapan serial live-action Netflix bertajuk "Parasyte: Tamiya" menyusul pencapaian gemilang serial sebelumnya, "Parasyte: The Grey", di mana proyek teranyar ini menggandeng aktris Shioli Kutsuna sebagai pemeran utama dan dijadwalkan tayang perdana pada tahun 2027 mendatang.

Sebelumnya, serial "Parasyte: The Grey" sukses mencatatkan rekor bertahan selama empat pekan berturut-turut di dalam daftar jajaran 10 serial televisi non-Inggris teratas global milik platform Netflix serta berhasil menduduki peringkat pertama di 34 negara usai resmi dirilis pada tahun 2024 lalu.

Merujuk pada laporan dari laman Variety, Rabu (22/7) waktu setempat, kreator sekaligus penulis skenario Yeon Sang-ho membeberkan bahwa perjuangan tokoh utama Ryoko Tamiya dalam mencari hakikat eksistensinya merupakan keunggulan utama dari cerita "Parasyte" versi asli. 

Elemen tersebut dinilai mampu mengangkat kisah ini melampaui batas komik Jepang (manga) bertema pahlawan konvensional yang lazimnya ditujukan bagi anak-anak, sehingga bertransformasi menjadi tontonan bernas yang sangat relevan bagi spektrum pemirsa luas di platform Netflix.

"Saya pikir penderitaan yang dialaminya adalah inti dari 'Parasyte'," kata Yeon.

Temukan lebih banyak Referensi Geografis Asia Tenggara & Kepulauan Pasifik Studi Komunikasi & Media

Dalam proses pengembangannya, Yeon Sang-ho merancang konsep cerita serta merampungkan penulisan naskahnya dengan menggandeng penulis Ryu Yong-jae. Sementara itu, rumah produksi WOWPOINT kembali dipercaya untuk memegang kendali sebagai pihak produsen dari serial live-action tersebut.

Terkait pemilihan kursi sutradara, Yeon menyampaikan bahwa dirinya telah menunjuk Kakimoto Kensaku yang sebelumnya sukses menggarap "Glass Heart" serta Nakagawa Kazuhiro yang dikenal lewat karya "Double" dan "Bullet Train Explosion".

"Kedua sutradara ini memiliki gaya yang sangat berbeda, dan saya sangat berharap akan adanya kolaborasi di antara mereka," kata Yeon.

Serial "Parasyte: Tamiya" nantinya akan mengambil sudut pandang penceritaan yang berfokus pada karakter Ryoko Tamiya.

Di dalam alur cerita komik aslinya, figur Ryoko Tamiya digambarkan sebagai sesosok parasit yang merasuki tubuh seorang guru perempuan SMA, di mana pada awal kemunculannya ia bertindak beringas tanpa pandang bulu sebelum akhirnya perlahan-lahan belajar memahami dinamika lingkungan manusia di sekelilingnya.

Ketika ia menyaksikan fenomena di mana spesies parasit dan manusia ternyata sanggup berbagi satu wadah tubuh yang sama, ia pun mulai merenungkan bahwa jalan hidup berdampingan secara damai mungkin jauh lebih baik ketimbang terus menerus memelihara konflik.

Yeon secara khusus memilih aktris kelahiran Australia, Shioli Kutsuna, untuk menghidupkan karakter kompleks Ryoko Tamiya. Penampilan peran yang dibawakannya nanti akan menuntut eksplorasi akting melalui tiga kondisi yang berbeda, yakni tampil sebagai manusia biasa, sosok parasit yang sukses mengambil alih raga manusia, serta entitas parasit yang aktif berinteraksi dengan dunia manusia.

Baca juga: Yoo Joon Sang dan Gong Seung Yeon bintangi drama bersama

"Saya yakin itu merupakan tantangan besar bagi Kutsuna sebagai seorang aktris. Saya pikir dia melakukan pekerjaan yang luar biasa di sini dalam menggambarkan proses adaptasi makhluk non-manusia terhadap kemanusiaan dan eksistensinya sendiri," kata Yeon.

Menyambung pernyataan tersebut, aktris Shioli Kutsuna mengungkapkan bahwa penunaian perannya sebagai Ryoko Tamiya merupakan pengalaman paling menantang yang pernah ia jumpai sepanjang rekam jejak karier aktingnya.

"Berkat dedikasi seluruh pemeran dan kru yang saling mendukung satu sama lain, setiap tantangan dapat terlewati sehingga produksi serial ini bisa diwujudkan," kata Shioli.

Temukan lebih banyak Pemerintah Politik Politik (Kanan)

Manajer kreatif konten live-action Netflix Jepang Sato Yoshihiro turut menambahkan pandangannya bahwa jalinan narasi komik "Parasyte" karya Hitoshi Iwaaki—yang diterbitkan oleh Kodansha serta sempat diadaptasi ke dalam pelbagai format mulai dari seri film layar lebar, serial animasi (anime), hingga drama Korea "Parasyte: The Grey"—akan senantiasa relevan dengan realitas kehidupan masyarakat modern masa kini, mengingat umat manusia kini telah terbiasa hidup berdampingan dengan pelbagai entitas lain di luar diri mereka.

"'Apa yang membuat seseorang menjadi manusia?' 'Bisakah kita hidup berdampingan dengan makhluk yang berbeda dengan kita?' Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh 'Parasyte' lebih dari 30 tahun yang lalu terasa jauh lebih menyesakkan bagi masyarakat di zaman modern ini karena kami telah menempatkan AI tanpa kesadaran di ujung jari kami," kata Sato.

Terkini