JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengemukakan bahwa pembuatan tabung compressed natural gas (CNG) Merah Putih berukuran 3 kilogram (kg) bakal digarap bersama PT Pindad (Persero).
Bahlil menyampaikan, saat ini fase perancangan tabung CNG 3 kg masih berada di tahap pengetesan di Tiongkok. Selepas itu, kelanjutan proyek tabung CNG tersebut bakal direalisasikan lewat kolaborasi antarbadan usaha milik negara (BUMN).
"Kami akan melakukan dengan Pindad nanti tapi masih cek dulu di sana [Cina], kalau sudah selesai, baru kami lakukan tindakan lebih lanjut," tutur Bahlil ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Selasa (22/7/2026).
Sekadar informasi, di samping membuat alat pertahanan, Pindad juga aktif menghasilkan tabung gas. Terhitung sejak tahun 2015, Pindad telah mempunyai rekam jejak dalam merakit tabung liquefied petroleum gas (LPG) ukuran 3 kg, 5,5 kg, serta 12 kg baik yang bersubsidi maupun perangkat konverter pesanan PT Pertamina (Persero) hingga mencapai jutaan unit. Kapasitas produksi total tabung dari Pindad sendiri menyentuh kisaran 300.000 tabung tiap bulannya.
Pemerintah akhir-akhir ini menggenjot langkah konkret guna menghadirkan CNG sebagai sumber energi alternatif bagi sektor rumah tangga. CNG diwacanakan sebagai pengganti bagi tabung LPG 3 kg bersubsidi yang selama ini masih mengandalkan pasokan impor.
Pada kesempatan serupa, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman memasang target agar uji coba program CNG Merah Putih 3 kg bisa mulai berjalan pada Agustus 2026 seiring rampungnya tahap pengetesan tabung pada ujung bulan berjalan.
Ia menuturkan, saat ini pihak pemerintah tetap mengutamakan faktor keselamatan serta kematangan pola distribusi sebelum program tersebut disosialisasikan secara masif kepada publik.
"Saat ini dalam proses kami mau melakukan uji coba tabung. Insyaallah akhir Juli ini sampel dari tabung-tabung itu akan selesai dan kami akan kirim ke Lemigas untuk diuji," kata Laode.
Selepas tahapan pengetesan tabung tuntas, pemerintah segera melangkah ke fase uji coba langsung di tengah masyarakat. Ia menyebutkan, jajarannya pun sedang menggodok rancangan teknis uji coba, mencakup pula tata cara distribusi bagi calon penerima manfaat.
Walaupun detail polanya belum diputuskan secara final, Laode mengisyaratkan bahwa masyarakat memiliki peluang memanfaatkan produk tersebut dalam masa uji coba yang dipatok pada Agustus 2026.
"Insyaallah uji coba di masyarakat bulan depan," ujarnya.
Laode menerangkan bahwa pelaksanaan uji coba tahap awal bakal dipusatkan di sejumlah kota metropolitan. Provinsi Jawa Barat masuk ke dalam daftar kawasan yang dipertimbangkan menjadi tempat perdana penerapan program tersebut.
Walau demikian, pemerintah belum menetapkan kuantitas tabung yang disiapkan pada gelombang awal program ini. Titik berat perhatian kini masih dipusatkan pada aspek keamanan pemakaian serta kesiapan pola operasional di lapangan.
"Kami belum bicara masalah angka ya. Yang penting sekarang adalah safety-nya dan mekanisme bagaimana menyiapkan ini ke masyarakat," kata Laode.