Merger BUMN Buat Operasional Lebih Ramping dan Lincah, Kata Indef

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:31:01 WIB
Indef Nilai Merger BUMN Hilangkan Duplikasi Fungsi Perusahaan [FOTO: NET].

JAKARTA - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti berpendapat bahwa penggabungan atau pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mampu menghapuskan duplikasi fungsi antarperusahaan, menjadikan gerak operasionalnya jauh lebih efektif, lincah, serta berdaya saing di kancah internasional.

"Melalui merger atau pembentukan holding, terjadi penghilangan duplikasi fungsi yang membuat perusahaan lebih ramping, lincah, dan kompetitif di pasar global," ujar Esther, Rabu.

Esther memandang bahwa selain mengelompokkan BUMN sesuai penggolongannya, pemerintah semestinya turut memangkas jumlah varian BUMN agar pengawasan serta monitoring terhadap perusahaan-perusahaan milik negara tersebut menjadi lebih praktis.

Ia menilai bahwa langkah penataan ulang BUMN mutlak dijalankan mengingat terdapat entitas bisnis yang memiliki kesehatan finansial prima, namun tidak sedikit pula yang mengalami kerugian.

"Restrukturisasi finansial menyelamatkan BUMN dari utang dan memperbaiki neraca keuangan," ujar Esther.

Dengan begitu, tutur dia, BUMN yang sehat mampu memberikan dividen yang lebih optimal dan mendukung pendanaan proyek strategis nasional (PSN).

Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Dony Oskaria menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan transformasi dan restrukturisasi menyeluruh dengan memangkas 1.077 perusahaan menjadi sekitar 200-300 perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan seiring dengan pembentukan Sovereign Wealth Fund Danantara, yang akan mengonsolidasikan aset-aset negara agar lebih terarah dan berdaya saing global.

Dony memaparkan bahwa saat ini terdapat 1.077 perusahaan di ekosistem BUMN yang sedang ditinjau secara fundamental untuk dirampingkan menjadi sekitar 200-300-an perusahaan pada tahun ini.

Dari hasil asesmen tersebut, BP BUMN membagi perusahaan ke dalam empat kuadran utama.

Pertama adalah likuidasi bagi perusahaan yang beban utangnya jauh melebihi aset dan tidak memiliki daya saing pasar.

Kemudian, divestasi bagi perusahaan berskala kecil yang berada di luar bisnis inti, misalnya agen perjalanan milik BUMN energi.

Langkah yang krusial lain adalah penggabungan atau konsolidasi perusahaan berdasarkan sektor industri, seperti logistik, rumah sakit, hingga perhotelan agar memiliki skala ekonomi yang besar.

Lebih lanjut, pengembangan bagi BUMN strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi dan pertahanan.

Selain perampingan, Dony juga menegaskan perubahan paradigma mendasar dalam interaksi antar-BUMN. Istilah "Sinergi BUMN" kini secara tegas diganti dengan kewajiban.

Terkini