Prabowo: Perwira TNI Polri Harus Jujur, Berani, dan Adil

Rabu, 22 Juli 2026 | 17:58:01 WIB
Presiden Minta Perwira Baru TNI Polri Jujur, Berani, dan Adil [FOTO: NET].

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengimbau para perwira remaja TNI dan Polri yang baru saja dikukuhkan supaya bertransformasi menjadi aparat yang jujur, berani, serta adil di dalam menunaikan baktinya kepada nusa dan bangsa.

"Rakyat tidak menuntut saudara sempurna. Rakyat menuntut saudara jujur, saudara berani, saudara adil," kata Presiden Prabowo Subianto saat memimpin Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

Kepala Negara menyatakan masyarakat mengharapkan agar institusi TNI dan Polri senantiasa hadir seketika diperlukan. Oleh karena itu, para perwira diinstruksikan agar berperan sebagai pelindung, pengayom, sekaligus pembela publik. 

Pemimpin tertinggi negeri ini turut mengingatkan bahwa proses pendidikan para perwira dibiayai sepenuhnya oleh rakyat. Mulai dari pakaian seragam, keperluan hidup sehari-hari, hingga perolehan gaji bersumber dari keuangan negara yang berasal dari rakyat, sehingga seluruh dharma bakti wajib diarahkan bagi kemaslahatan masyarakat.

"Ingatlah selalu saudara lahir dari rakyat, dididik dengan uang rakyat. Pakaian yang kau pakai dari ujung kaki sampai ujung kepala adalah dari rakyat. Makanmu dari rakyat. Gajimu dari rakyat. Mengabdi selalu untuk rakyat," kata Prabowo.

Lebih lanjut, Presiden menggarisbawahi bahwa seorang perwira bakal kehilangan wibawa serta kehormatannya manakala berani mengkhianati rakyat. Berkenaan dengan hal tersebut, ia menyerukan agar para perwira menjauhi penyalahgunaan wewenang, tidak tergiur praktik korupsi, penyelundupan, peredaran narkotika, perjudian, ataupun segala bentuk pelanggaran hukum lainnya. 

Prabowo pun menekankan bahwa integritas moral merupakan kehormatan mutlak bagi seorang perwira, di samping peringatan agar tidak terjerumus pada fanatisme loyalitas korps yang sempit.

"TNI dan Polri harus kuat. TNI dan Polri harus profesional. TNI dan Polri harus bersama-sama menjaga bangsa Indonesia," ujarnya.

Di samping itu, Presiden menambahkan bahwa jabatan kedinasan hanyalah bersifat sementara saja, sementara hal utama yang bakal dicatat oleh lembar sejarah adalah bentuk pengabdian nyata kepada bangsa serta negara.

"Ingat jabatan hanya titipan, akan berlalu. Yang dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara," katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah melantik sejumlah 1.177 taruna yang berasal dari Akademi TNI serta Akademi Kepolisian untuk resmi menjadi perwira muda TNI dan Polri lewat helatan Upacara Prasetya Perwira bertempat di Istana Merdeka. 

Rincian para perwira yang dilantik mencakup 512 personel perwira dari TNI Angkatan Darat, 229 personel perwira dari TNI Angkatan Laut, 154 personel perwira dari TNI Angkatan Udara, serta 282 personel perwira dari jajaran Polri. 

Dalam momen yang sama pula, Kepala Negara berkenan menyematkan tanda pangkat kehormatan kepada empat insan peraih predikat Adhi Makayasa, yakni Calvin Tidar Sakti mewakili Akademi Militer, Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra mewakili Akademi Angkatan Laut, Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman mewakili Akademi Angkatan Udara, serta Harindra Arsandho Tegarbaja mewakili Akademi Kepolisian.

Terkini