BAB Tidak Teratur? Simak 7 Tips dari Dokter untuk Lancarkan Pencernaan

Kamis, 09 Juli 2026 | 01:42:31 WIB
7 Tips Dokter agar Buang Air Besar Teratur, Salah Satunya Kelola Stres [FOTO: NET].

JAKARTA - Buang air besar (BAB) yang lancar dan teratur merupakan indikator bahwa sistem pencernaan berfungsi dengan baik. Sebaliknya, perubahan kebiasaan BAB, seperti diare atau sembelit yang berlangsung lama, bisa menjadi pertanda adanya gangguan saluran cerna. 

Meski frekuensi BAB setiap individu bervariasi, dokter menekankan bahwa pola yang konsisten jauh lebih penting daripada kewajiban untuk BAB setiap hari.

Menurut ahli gastroenterologi, Will Bulsiewicz, MD, menjaga ritme alami tubuh sangat krusial agar usus bekerja optimal. Senada dengan hal tersebut, ahli gastroenterologi lainnya, Kenneth Brown, MD, membagikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga keteraturan buang air besar.

Tips pertama adalah membangun rutinitas pagi yang konsisten, seperti bangun tidur di jam yang sama, mendapatkan paparan sinar matahari, serta mengonsumsi sarapan bergizi untuk menyelaraskan ritme sirkadian tubuh. Kedua, biasakan BAB di waktu yang sama, misalnya lima menit setelah sarapan atau minum kopi, agar usus terbiasa mengosongkan diri secara rutin.

Ketiga, penuhi kebutuhan serat harian sekitar 25–30 gram melalui konsumsi buah, sayur, dan biji-bijian secara bertahap. Keempat, cukupi asupan cairan agar tinja tetap lunak. Kelima, rutin berolahraga setidaknya 30 menit sehari untuk merangsang pergerakan usus. 

Keenam, kelola stres karena hubungan antara otak dan usus yang kuat dapat memengaruhi kelancaran sistem cerna. Terakhir, konsultasikan penggunaan suplemen seperti magnesium dengan tenaga kesehatan jika gaya hidup belum membuahkan hasil.

Mengenai penggunaan suplemen, dokter Bulsiewicz menyatakan bahwa beberapa jenis magnesium, seperti magnesium oksida, sitrat, atau sulfat, dapat membantu melancarkan buang air besar pada sebagian orang. Namun, penggunaannya sebaiknya tetap berdasarkan anjuran tenaga kesehatan agar sesuai dengan kondisi masing-masing.

Masyarakat disarankan segera menemui dokter jika masalah sembelit atau diare berlangsung lebih dari dua minggu, ditemukan darah pada tinja, nyeri hebat, atau terjadi penurunan berat badan drastis tanpa alasan jelas.

Terkini